Kampiunnews|Kupang – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 menjadi momentum mempererat persaudaraan antardaerah sekaligus menjaring atlet muda potensial untuk memperkuat NTT pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., saat menghadiri Gala Dinner bersama kontingen POPDA VIII NTT di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan atlet, pelatih, ofisial, dan pemangku kepentingan olahraga dari berbagai kabupaten/kota untuk memperkuat kebersamaan serta membangun komitmen bersama dalam memajukan olahraga di NTT.
“Pertandingan memang akan melahirkan seorang juara. Namun, sesungguhnya kebersamaan menjadi hal utama dari seluruh inti olahraga,” ujar Jeffry.
Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh medali dan kemenangan. Kompetisi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, ketangguhan, serta sikap menghormati lawan dan menjunjung tinggi sportivitas.
Jeffry menegaskan, persiapan menuju PON 2028 membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan. Komunikasi antardaerah perlu diperkuat agar pembinaan atlet berjalan terarah dan potensi generasi muda NTT dapat berkembang optimal.
“Momentum seperti ini harus kita manfaatkan untuk membangun komunikasi dan kebersamaan. Kita ingin atlet-atlet NTT tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan menjunjung tinggi sportivitas,” tegasnya.
Atas nama Pemerintah Kota Kupang, Jeffry turut menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas di luar daerah. Ia juga meminta maaf apabila pelayanan dan dukungan selama Kota Kupang menjadi tuan rumah POPDA VIII NTT belum sepenuhnya maksimal.
Masukan dari seluruh kontingen, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kegiatan olahraga pada masa mendatang.
Selain berdampak pada pembinaan atlet, penyelenggaraan POPDA juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran kontingen dari berbagai daerah mendorong aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk melalui belanja kebutuhan peserta dan pemanfaatan layanan lokal selama berada di Kota Kupang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alvons Theodorus, S.T., M.T., berharap POPDA VIII mampu melahirkan atlet-atlet muda potensial yang dapat dipersiapkan untuk mewakili NTT dalam kompetisi tingkat nasional, khususnya PON 2028.
Ia mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung penyelenggaraan POPDA. Menurutnya, koordinasi antara KONI Provinsi, KONI kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pembinaan atlet berlangsung secara konsisten.
Alvons juga mengajak seluruh peserta mengerahkan kemampuan terbaik hingga pertandingan berakhir. Keterbatasan, katanya, harus menjadi tantangan untuk dijawab dengan kerja keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., yang mewakili Gubernur NTT, turut mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang, KONI, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan POPDA VIII.
Ia menegaskan, kompetisi olahraga pelajar berperan penting untuk mengevaluasi hasil latihan, menambah pengalaman bertanding, serta membentuk karakter generasi muda. Para atlet diharapkan bertanding dengan penuh semangat, mematuhi peraturan, menghormati lawan, dan menjaga perilaku baik di dalam maupun di luar arena.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, berkomitmen mendorong pembinaan olahraga pelajar secara berkelanjutan. Persiapan menuju PON 2028 membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pembinaan, kesiapan sumber daya manusia, keterlibatan dunia usaha, lembaga pendidikan, serta partisipasi masyarakat.
Gala Dinner tersebut turut dihadiri para Asisten Sekretaris Daerah Kota Kupang, jajaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, serta para pelatih, ofisial, atlet, dan perwakilan kontingen kabupaten/kota se-NTT.
Melalui POPDA VIII NTT, pembinaan atlet pelajar diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut melalui program latihan terukur, pemantauan prestasi, dan dukungan lintas daerah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan atlet NTT agar mampu bersaing pada PON 2028 sekaligus membangun masa depan olahraga daerah.







