Kampiunnews|Washington DC – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam acara Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce (USCC), Washington DC, Amerika Serikat, Rabu sore waktu setempat. Dalam forum tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif, stabil, dan berkelanjutan.
Di hadapan para pengusaha Amerika Serikat yang tergabung dalam USCC, US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO), Presiden Prabowo menekankan bahwa stabilitas merupakan fondasi utama bagi tumbuhnya kepercayaan investor.
Menurut Presiden, iklim investasi yang kondusif tercermin dari stabilitas di berbagai sektor, mulai dari ekonomi dan politik, adanya kepastian hukum (rule of law) yang menjadi prioritas pemerintah, hingga komitmen kuat untuk terus memberantas korupsi dan praktik kartel.
“Tidak ada satu pun yang akan berinvestasi dalam situasi yang serba tidak pasti, tidak stabil, atau bahkan kacau balau. Kami cukup beruntung karena Indonesia dalam jangka panjang relatif stabil dan damai. Kami juga konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, serta menghormati seluruh negara adidaya,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam pidato yang sama, Presiden menyampaikan prinsip kepemimpinannya yang kerap ia ungkapkan dalam bentuk pepatah, “Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.” Prinsip tersebut, menurutnya, tidak hanya diterapkan dalam kebijakan luar negeri melalui pendekatan good neighbor policy, tetapi juga dalam dinamika politik dalam negeri.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kompetisi merupakan hal yang penting dalam demokrasi. Namun, setelah kompetisi, hal yang jauh lebih penting adalah membangun kerja sama, kolaborasi, dan kompromi demi kepentingan yang lebih luas.
“Ini adalah keyakinan saya. Sejarah mengajarkan bahwa negara dengan tingkat perkembangan seperti Indonesia harus mengutamakan kompromi, kerja sama, dan kolaborasi antarelite. Kompetisi perlu, tetapi kolaborasi untuk kepentingan rakyat yang lebih banyak harus menjadi prioritas,” jelas Presiden.
Selain stabilitas politik dan sosial, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga kepastian hukum, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta disiplin fiskal dalam pengelolaan keuangan negara. Upaya-upaya tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan dunia usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa realisasi investasi asing yang masuk ke Indonesia pada tahun lalu mencapai 53 miliar dolar AS. Angka tersebut, menurutnya, mencerminkan tingkat kepercayaan yang nyata terhadap perekonomian Indonesia.
“Menurut saya, ini adalah cerminan kepercayaan konkret terhadap ekonomi kami—baik dari sisi ukuran, potensi pertumbuhan, maupun stabilitas politik yang sejalan dengan kebijakan pemerintah saat ini,” kata Presiden Prabowo.
Di hadapan para pengusaha Amerika Serikat, Presiden juga memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia, serta memaparkan berbagai peluang investasi yang dapat dijajaki. Presiden turut menyampaikan sejumlah capaian pemerintah dalam satu tahun terakhir, di antaranya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta percepatan digitalisasi pendidikan melalui penyaluran papan tulis pintar (interactive flat panel/IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.






