Kampiunnews|Kupang – Suasana Ramadhan di Kupang kembali menjadi momentum merawat toleransi dan mempererat persaudaraan lintas iman. Pemerintah Kota Kupang bersama masyarakat memaknai bulan suci ini bukan hanya sebagai ibadah umat Muslim, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan dalam menjaga harmoni di Kota Kasih.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, hadir bersama dalam kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kota Kupang yang digelar di Masjid Nurul Iman Oebobo, Rabu (25/2).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan Bapak Wali Kota, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Buka puasa bersama adalah ruang untuk mempererat tali persaudaraan, meneguhkan komitmen menjaga kerukunan dan toleransi,” ujarnya.
Menurutnya, semangat Ramadhan sejalan dengan visi Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kasih, persaudaraan, dan kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Wawali Serena juga membagikan kenangan tentang tradisi “war takjil” yang selalu dinantikan setiap bulan Ramadhan di Kota Kupang, khususnya di kawasan depan Bank Mandiri dan sekitar Gereja Katedral yang ramai oleh pelaku UMKM menjajakan takjil, bahkan dikunjungi warga lintas agama.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Kupang mempraktikkan toleransi secara nyata. Kita ikut merayakan dan menghargai bulan suci Ramadhan bersama saudara-saudara Muslim kita. Inilah makna Kota Kupang sebagai rumah bersama,” tuturnya.
Ia turut mengapresiasi inisiatif remaja masjid dan tokoh-tokoh Muslim yang menggerakkan Bazar UMKM Ramadhan, termasuk yang diselenggarakan Masjid Nurul Hidayah. Dukungan terhadap UMKM, menurutnya, menjadi langkah strategis dalam menggerakkan ekonomi dari bawah.
“Kalau kita ingin menguatkan ekonomi daerah, maka kita harus mulai dari mendukung ekonomi keluarga dan pelaku UMKM. Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mendukung setiap gerakan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wawali Serena juga menyampaikan rasa syukur atas capaian Kota Kupang yang pada 2025 kembali masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran tingkat nasional selama 10 tahun berturut-turut. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa toleransi di Kota Kupang bukan sekadar wacana, tetapi telah menjadi budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak berpuas diri. “Prestasi ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Toleransi harus terus dirawat melalui dialog, kerja sama lintas iman, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Nurul Iman Oebobo, H. Ismail Kasim, menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap program-program keagamaan di Nusa Tenggara Timur. Ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan komitmen Pemerintah Kota Kupang yang dinilai konsisten mendukung kegiatan keagamaan.
Ia juga mengungkapkan bahwa kehidupan toleransi di lingkungan Masjid Nurul Iman tercermin dalam keseharian. Dari enam kepala keluarga Muslim yang berada di sekitar masjid, mereka menjalankan ibadah dengan aman dan tertib berkat dukungan warga non-Muslim yang setiap tahun secara sukarela membantu menjaga keamanan saat salat tarawih.
“Inilah wajah kerukunan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang, pimpinan lembaga agama, Ketua FKUB Kota Kupang, jajaran Pemerintah Kota Kupang, para camat, imam masjid dan marbot, serta para pelajar Madrasah Tsanawiyah.






