Kampiunnews|Batam – Di tengah guncangan tantangan ekonomi global dan ketatnya dinamika persaingan investasi antarwilayah, Batam sukses membuktikan diri sebagai destinasi investasi unggulan yang tangguh di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di kawasan ini berhasil melampaui target, bahkan menunjukkan tren pertumbuhan yang kian menguat pada awal tahun 2026.
Merujuk pada data resmi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam tahun 2025 secara nasional tercatat mencapai Rp 44,01 triliun. Angka ini melonjak tajam 72,83 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 25,46 triliun, sekaligus sukses melampaui target awal sebesar Rp 36,9 triliun.
Di sisi lain, berdasarkan metodologi perhitungan investasi internal yang dikembangkan BP Batam melalui pendekatan bottom-up, nilai investasi yang berhasil terealisasi bahkan menyentuh angka fantastis Rp 69,30 triliun. Jumlah ini setara dengan 115,50 persen dari target investasi BP Batam yang dipatok sebesar Rp 60 triliun.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini menjadi indikator valid bahwa kepercayaan pelaku usaha dan investor dunia terhadap Batam terus meningkat. Ia memaparkan bahwa lompatan angka tersebut merupakan buah manis dari komitmen pembenahan birokrasi yang dilakukan secara konsisten oleh jajarannya. Mulai dari penyederhanaan sistem layanan perizinan, reformasi terhadap sejumlah regulasi yang menghambat, hingga percepatan pembangunan infrastruktur fisik pendukung investasi.
“Data ini menunjukkan bahwa Batam tetap menjadi kawasan yang sangat dipercaya oleh investor. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kita justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang kian solid. Ini adalah bukti riil bahwa iklim investasi di Batam terus membaik dan semakin kompetitif,” ujar Amsakar dalam keterangan resminya pada Senin (22/6/2026).
Lebih lanjut, Amsakar menekankan bahwa capaian investasi ini sekaligus menjawab dan mematahkan berbagai keraguan yang sempat berkembang mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Batam ke depan. Menurutnya, indikator paling objektif untuk mengukur daya tarik suatu daerah adalah keputusan nyata dari para investor untuk menanamkan modal besarnya.
“Ketika angka investasi terus merangkak naik, baik yang bersumber dari modal dalam negeri maupun luar negeri, itu berarti para pelaku usaha melihat ada peluang keuntungan dan masa depan bisnis yang cerah di Batam,” tambahnya optimis.
Salah satu sektor capaian yang paling menyita perhatian adalah lonjakan pertumbuhan Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada tahun 2025, nilai PMDN Batam meroket hingga Rp 18,43 triliun. Angka ini mencatatkan kenaikan masif sebesar 125,86 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya menyentuh Rp 8,16 triliun.






