Kampiunnews|Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026) pagi, mencerminkan respons positif pasar terhadap sentimen eksternal. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp16.762 per dolar AS, menguat 36 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi. Yen Jepang menguat tipis 0,02 persen, yuan China naik 0,05 persen, dan peso Filipina menguat 0,22 persen. Sementara itu, baht Thailand melemah 0,44 persen dan won Korea Selatan tertekan cukup dalam dengan pelemahan 0,52 persen.
Di kawasan regional lainnya, dolar Singapura menguat 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Pergerakan positif juga terlihat pada mata uang utama negara maju yang kompak berada di zona hijau. Euro menguat 0,04 persen, poundsterling Inggris naik 0,10 persen, dan franc Swiss menguat 0,06 persen. Senada, dolar Australia menguat 0,06 persen, sementara dolar Kanada mencatatkan penguatan 0,07 persen.
Analis mata uang menilai penguatan rupiah didorong oleh sentimen eksternal, khususnya kabar kesepakatan tarif antara Amerika Serikat dan India yang memberi ruang bagi mata uang negara berkembang untuk menguat terhadap dolar AS. Namun demikian, potensi penguatan rupiah dinilai masih terbatas.
“Penguatan rupiah kemungkinan terbatas karena indeks dolar masih bergerak naik, menyusul data manufaktur AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Investor juga masih mencermati sentimen di pasar ekuitas domestik,” ujar analis mata uang Lukman, dikutip dari CNNIndonesia.com.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS, seiring pasar menimbang kombinasi sentimen global dan domestik.
Sejalan dengan dinamika nilai tukar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dibuka melemah pada perdagangan Selasa pagi. Tekanan masih membayangi pasar saham domestik setelah IHSG mencatat penurunan tajam hingga 8 persen dalam dua hari berturut-turut pada pekan lalu.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 28,63 poin atau 0,47 persen ke level 7.888. Di awal sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.919, sementara level terendah tercatat di 7.872. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati, menunggu stabilisasi sentimen dan arah kebijakan global selanjutnya.






