Kampiunnews | Atambua – Masyarakat Belu menyambut dengan antusias kedatangan skuad Bintang Timur Atambua (BeTA) yang baru saja meraih prestasi gemilang, yaitu Juara Liga 4 NTT dan trofi El Tarim Memorial Cup (ETMC) untuk tahun 2024/2025. Saat tim tiba di batas kota Atambua, mereka disambut hangat oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten Belu (ASKAB) Feby Djuang, serta ratusan masyarakat yang tumpah ruah di gerbang selamat dating Kota Atambua.
Dipimpin oleh manajer tim Fhito Benjiro Francis dan pelatih Ovik Mau, skuad Bintang Timur Atambua langsung diarak keliling kota Atambua. Mereka dengan bangga menunjukkan Piala El Tari Memorial kepada masyarakat yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini. Suasana penuh kegembiraan dan kebanggaan menyelimuti kota, menciptakan momen yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.
“Ini sejarah bagi kami masyarakat Belu, kali pertama kami bisa juara diajang sepak bola bergengsi di NTT,” ujar Gracela Dona De Jesus yang turut menyambut kehadiran Tim Macan Batas Atambua.
Setibanya di Kantor Bupati Belu, mereka disambut oleh Bupati Willybrodus Lay, Forkompinda, serta sejumlah Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan masyarakat yang telah menunggu sejak sore hari, Rabu (26/3). Dalam sambutannya, Willy Lay, begitu ia akrab disapa, mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan BeTA yang dipimpin oleh seorang anak muda yang rela meninggalkan studinya di Perancis demi mengharumkan nama daerah. Ia pun mengenang kembali perjalanan BeTA, di mana ia bersama Fary Francis berperan dalam pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) BeTA. “Kami mendiskusikan tentang BeTA di lapangan Simpang Lima. Idenya berasal dari Pak Fary, dan itu menjadi awal keterlibatan saya sebagai pembina Bintang Timur Atambua,” ujarnya dengan penuh nostalgia.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lay memberikan dukungan dan janji untuk mendukung pengembangan sepak bola di daerah, termasuk penghargaan bagi para pemain yang berprestasi. Bupati Lay menekankan pentingnya olahraga dalam membangun karakter dan kebersamaan di masyarakat.
Satu hal yang sangat diapresiasi adalah komitmen Bupati Belu untuk memperhatikan masa depan para pemain yang telah mengharumkan nama Belu. Willy Lay berjanji untuk memberikan kesempatan kepada pemain BeTA untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). “Mana pimpinan OPD, saya titip satu OPD satu pemain, ini instruksi bupati baru,” tegasnya sebelum mengakhiri sambutannya. Seruan ini langsung disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Kehadiran klub BeTA di kabupaten perbatasan antara RI dan Timor Leste mulai diperhitungkan sejak tim ini mengikuti event ETMC di Kabupaten Rote pada tahun 2023, di mana mereka berhasil meraih posisi runner-up setelah bertanding melawan PSN Ngada. Pada tahun 2024/2025, BeTA berhasil menambah koleksi trofi mereka dengan meraih Piala Suratin U-17 dan Piala ETMC untuk level senior.
“Saya berterima kasih kepada keluarga Fary Francis, Manejemen Bintang timur Atambua, para pelatih yang sudah membina anak-anak Belu sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Belu bukan saja di NTT tapi hingga ke tingkat nasional. Pemerintah daerah sekali lagi mengapresiasi pengorbanan dan kesungguhan BeTA untuk hal ini,” lanjut Willy Lay.
Bagi sejumlah pengamat sepak bola di NTT, keberhasilan BeTA sebagai klub mandiri yang mampu menjuarai berbagai turnamen di NTT bukanlah hal yang mengejutkan. Kehadiran SSB dan Akademi Bintang Timur Atambua yang didirikan pada tahun 2014 menjadi bukti bahwa proses pembinaan telah berjalan dengan baik dan konsisten. “Kemenangan BeTA menjadi contoh bagi Askab/Askot dan klub-klub lain yang mulai bermunculan di NTT. Proses tidak pernah mengkhianati hasil. Askab/Askot harus memiliki program pembinaan yang terstruktur seperti yang dijalankan BeTA,” ujar Mathias Bisinglasi, legenda sepak bola NTT, dengan penuh keyakinan.
Dengan semangat yang membara, masyarakat Belu dan seluruh pendukung BeTA berharap agar prestasi ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih gemilang di pentas sepak bola nasional.






