Kampiunnews|Jakarta – Bulan suci Ramadhan bukan hanya momentum untuk menguji dan memperdalam keimanan, tetapi juga menjadi lumbung amal bagi umat Islam dalam menebar kasih, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Di bulan penuh berkah ini, berbagai aktivitas ibadah dan sosial seperti berbagi santunan, mempererat silaturahmi, hingga membantu kaum dhuafa menjadi wujud nyata nilai kepedulian yang diajarkan dalam Islam.
Mengawali kemuliaan Ramadhan 1447 H, semangat berbagi tersebut ditunjukkan oleh masyarakat perantau asal Gorontalo yang menetap di Jakarta.
Keluarga Besar Arisan Motilango menggelar kegiatan santunan rutin bagi anak yatim, kaum dhuafa, dan para janda di Masjid Raya Al-A’raf, Sukapura, Jakarta Utara, Minggu (01/03/2026).
Kegiatan yang menyasar masyarakat Gorontalo di wilayah Tanjung Priok ini merupakan agenda tahunan yang secara konsisten digagas oleh Keluarga Arisan Motilango sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci.
Tahun ini, sebanyak 121 paket sembako disertai santunan uang tunai disalurkan kepada para penerima manfaat.
Ketua Arisan Motilango, Husein Monoarfa, SE, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud rasa syukur sekaligus penguat tali silaturahmi antar warga Gorontalo di perantauan.
“Kami ingin memastikan bahwa di bulan yang penuh berkah ini, saudara-saudara kita, khususnya anak-anak yatim dan ibu-ibu janda, turut merasakan kebahagiaan dan keringanan beban. Ini adalah amanah dari keluarga besar Motilango untuk sesama,” ujar Husein Monoarfa.
Pelaksanaan tahun ini menghadirkan nuansa berbeda. Jalannya acara dipercayakan sepenuhnya kepada para pemuda yang tergabung dalam Pemuda Lamahu.
Di bawah komando Elias Karim, para pemuda bergerak sigap memastikan proses distribusi bantuan berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran. Keterlibatan generasi muda ini menjadi simbol regenerasi nilai kepedulian sosial di lingkungan masyarakat Gorontalo perantauan.
“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh para orang tua kami di Arisan Motilango. Sebagai generasi muda Gorontalo, ini adalah bentuk bakti kami untuk belajar peduli dan melayani masyarakat,” ungkap Elias Karim.
Senada dengan itu, Bendahara Lamhu (Ikatan Keluarga Gorontalo) di Jakarta, Olies Datau, menekankan pentingnya menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan daya saing komunitas di tingkat nasional.
“Diaspora tidak boleh tercerabut dari akar budayanya. Justru dari nilai-nilai kearifan lokal itulah lahir integritas, etos kerja, dan solidaritas. Namun di saat yang sama, kita juga harus progresif, membangun jejaring nasional dan internasional demi membuka peluang bagi generasi Gorontalo berikutnya,” ungkap Olies.
Menurutnya, sinergi antara tokoh senior, pengurus organisasi, dan generasi muda menjadi kunci agar komunitas Gorontalo di Jakarta tidak hanya solid secara internal, tetapi juga berperan aktif dalam berbagai agenda strategis bangsa.
Pemilihan Masjid Raya Al-A’raf Sukapura sebagai lokasi kegiatan juga tidak lepas dari dukungan penuh Keluarga Besar Biki. Suasana kekeluargaan terasa hangat saat para tamu undangan dan penerima manfaat berkumpul dalam doa bersama sebelum pembagian santunan dimulai.
Melalui kegiatan ini, Keluarga Besar Arisan Motilango berharap dapat menginspirasi komunitas dan kelompok masyarakat lainnya untuk terus menebar kebaikan sepanjang Ramadhan, khususnya dalam membantu warga yang membutuhkan di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.






