Kampiunnews | Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 diramaikan juga oleh para pemuda, di tengah gempuran nama-nama politisi atau tokoh yang lebih lama dikenal. Sejumlah Generasi Z alias Gen Z–sebutan untuk orang yang lahir pada kurun waktu tahun 1997–2012, turut maju menjadi calon kepala daerah.
Keikutsertaan Gen Z di Pilkada 2024 sesuai dengan batas usia yang berlaku pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016. Aturan tersebut mengatur syarat calon gubernur dan wakilnya minimal berusia 30 tahun, dan syarat calon bupati/walikota dan wakilnya minimal berusia 25 tahun, saat mendaftar.
Jadi, meskipun terbilang muda dan baru di kancah politik, Gen Z punya kans di politik praktis Tanah Air.
Berdasarkan hasil rekapitulasi data dari KPU tanggal 23 September 2024, terdapat 103 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang ditetapkan oleh KPU sebagai kontestan. Sedangkan untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati terdapat 1.166 paslon yang ditetapkan dan 6 lainnya tidak ditetapkan. Ada 2 pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang tidak ditetapkan dan 284 paslon yang ditetapkan KPU untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024.
Kampiunnews pun coba menelusuri usia termuda dan tertua calon kepala dan wakil kepala daerah di Pilkada 2024 ini di website infopemilu.kpu.go.id.

Dari data yang kami telusuri, calon kepala daerah termuda dipegang oleh calon wakil walikota Kupang, Serena Cosgrova Francis, yang lahir pada 20 September 1999. Serena masih berusia 25 tahun, 2 hari saat ditetapkan KPUD sebagai peserta Pilkada 2024 di Kota Kupang. Di sisi lain, calon wakil kepala daerah tertua berasal dari Kabupaten Sarolangun, Jambi, yakni Drs. H. Muhammad Madel yang berusia 80 tahun, 2 bulan, 9 hari. berpasangan dengan Drs.H.Nor Muhammad. Perbedaan usia yang signifikan antara kedua kandidat ini menunjukkan keragaman dalam dunia politik Indonesia, di mana para pemuda dan tokoh senior sama-sama memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun daerah mereka.
Serena C. Francis saat mendaftar berusia 25 tahun, dua hari. Sebelum terjun ke dunia politik, aktif sebagai Manejer SSB/Akademi Sepakbola Bintang Timur Atambua. Serena juga merupakan Founder Aksi Flobamora dan Timor Belajar, yang mengedukasi anak-anak serta berbagi donasi di bidang pendidikan. Ia juga aktif memberikan edukasi (bea siswa) dan bantuan kesehatan bagi siswa-siswa di pedalaman NTT.
Perempuan kelahiran Kupang 20 September 1999 ini memulai karir di dunia politik dengan bergabung di organisasi Tunas Muda Indonesia Raya (TIDAR) sayap parta Gerindra. Pada Pilkada 2024, ia maju sebagai calon Wakil Walikota Kupang, mendampingi calon Walikota, dr. Christian Widodo (38).






