Kampiunnews | Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., resmi membuka Festival Terbaik Untuk Rakyat 2025 bertema Youth in Action, Culture in Motion di Gong Perdamaian Taman Nostalgia.
Dalam sambutannya, Serena menyampaikan bahwa festival ini menjadi panggung ekspresi kreatif generasi muda dan pelaku budaya lokal, sekaligus ruang kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan visi Kota Kupang sebagai Kota Kasih rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Tahun ini, festival berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT dalam kick-off Pekan QRIS Nasional 2025 bertajuk QRIS Merdeka Goes to Saboak.
Dengan mengusung tema Rayakan Digitalisasi, QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak dan subtema Membangun Ekonomi Rakyat dengan Elektronifikasi, Keuangan Aman dan Andal, kegiatan ini diharapkan mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan literasi keuangan di Kota Kupang, khususnya bagi UMKM dan generasi muda.
“Pemerintah Kota Kupang menyambut baik sinergi ini. Kolaborasi ini sejalan dengan semangat program Saboak (Sunday Market buat Orang Kupang) yang telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif baru di jantung kota,” ujar Serena.
Serena menambahkan, Saboak yang mulai berjalan pada awal 2025 tidak dibiayai dari APBD, melainkan terwujud melalui dukungan CSR dari berbagai mitra, dengan Bank Indonesia sebagai sponsor pertama. Hingga minggu ke-8 pelaksanaan, Saboak mencatat omzet lebih dari Rp1 miliar bagi pelaku UMKM.
Wakil Wali Kota juga mengapresiasi Bank Indonesia, BUMN, perbankan, dan mitra CSR lain yang mendukung keberlangsungan Saboak secara konsisten.
Festival Terbaik Untuk Rakyat 2025 menghadirkan lomba foto destinasi wisata Kota Kupang, lomba modern ethnic dance, pameran UMKM lokal, kuliner tradisional, tenun ikat, kerajinan tangan, dan karya kreatif anak muda. Seluruh kegiatan terpusat di Taman Nostalgia, ruang publik aktif dan inklusif bagi warga.
“Festival ini adalah bentuk cinta kepada Kota Kupang. Perubahan dimulai dari kota sendiri, dari komunitas sendiri, dari ide dan karya anak muda yang tidak pernah berhenti bermimpi. Mari satukan teknologi dan budaya, seni dan ekonomi, pelayanan dan partisipasi di situlah kekuatan sebuah kota,” pungkas Serena.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didit Aditya Prabowo, menegaskan komitmen BI dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi non-tunai. Pada Juni 2025, transaksi QRIS di NTT tumbuh 4,7% secara tahunan (2,36 juta transaksi) dengan nilai transaksi naik 9,9% atau Rp256 miliar, dan jumlah pengguna mencapai 314.000.
“Keuangan digital di NTT berkembang pesat. Pekan QRIS Nasional adalah momentum untuk terus menggaungkan literasi digital keuangan masyarakat,” ujar Didit.
Festival yang berlangsung pada 9–10 Agustus 2025 ini juga menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya lokal, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan generasi muda demi kemajuan Kota Kupang.






