Kampiunnews | Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang, Maxi Dethan, meninjau kondisi jalan rusak di wilayah Kecamatan Maulafa pada Selasa (8/4). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Maulafa, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos., M.Si., Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Daud Noftianus Nafi, S.STP., M.M., serta Lurah Maulafa, Yanto Sapay, dan sejumlah pejabat dari Dinas PUPR Kota Kupang. Tidak ketinggalan, aparat pemerintah setempat, seperti Ketua RT 07, Yanson Suilima, dan Ketua RW 03, Yerry Tnunay, juga hadir dalam peninjauan tersebut.
Kegiatan peninjauan dimulai di wilayah RT 07/RW 03, Kelurahan Maulafa, di mana Wali Kota disambut hangat oleh warga dan aparat setempat. Jalan sepanjang 250 meter di tengah pemukiman padat penduduk ini tampak rusak parah, akibat banjir tahunan yang terjadi setiap musim hujan. Aliran air yang membawa material timbunan tanah putih (sertu) yang digunakan warga untuk menambal jalan membuat jalanan semakin hancur. Warga setempat pun terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya setiap tahunnya.
Setelah meninjau lokasi tersebut, Wali Kota dan rombongan melanjutkan pemantauan ke persimpangan Jalan HTI Maulafa, yang terletak di antara RT 05 dan RT 06, Kelurahan Maulafa. Kondisi jalan di sini juga memprihatinkan. Genangan air terlihat di sepanjang badan jalan, membentuk lubang besar yang membahayakan pengguna jalan, terutama pada jam-jam sibuk. Wali Kota Christian Widodo menyampaikan bahwa perbaikan jalan ini akan menjadi prioritas Pemerintah Kota Kupang dan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk perbaikan saluran drainase yang menjadi akar permasalahan utama.
“Kita akan kerjakan tahun ini. Tidak hanya jalan, tetapi juga drainasenya harus diperlebar dan diperdalam. Kami akan mencari solusi jangka panjang, dan saat ini ini harus jadi perhatian kita bersama,” tegas Wali Kota.
Namun, Wali Kota juga mengingatkan bahwa sesuai dengan mekanisme, pembahasan perubahan anggaran bersama DPRD Kota Kupang baru akan dimulai pada bulan Juli. Oleh karena itu, perbaikan diperkirakan baru bisa dimulai pada bulan September. Wali Kota meminta warga untuk tetap bersabar dan memberikan dukungan terhadap proses perencanaan yang sedang berjalan.
Ketua RT 07, Yanson Suilima, yang juga turut hadir dalam peninjauan tersebut, menyampaikan keluhan warga mengenai banjir yang tak hanya merusak jalan, tetapi juga merendam halaman rumah warga. Hal ini memaksa mereka untuk memperbaiki jalan secara swadaya setiap tahun. “Kami berharap pemerintah dapat segera memperbaiki jalan dan membenahi drainase secara permanen agar masalah ini tidak terulang lagi,” ungkapnya.
Kondisi jalan rusak parah di Persimpangan Jalan HTI Maulafa juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri, karena berpotensi menyebabkan kecelakaan dan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Peninjauan langsung oleh Wali Kota Kupang ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam merespons keluhan masyarakat dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang lebih baik, aman, dan layak bagi warga Kecamatan Maulafa. Pembangunan infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mendukung aktivitas warga sehari-hari serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.






