Kampiunnews | Jakarta – Budi Arie Setiadi ketua umum relawan PROJO (Pro Jokowi) resmi menjabat sebagai Menkominfo menggantikan Johnny G Plate yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi BTS proyek Kominfo oleh Kejaksaan Agung dan kini sedang menjalani persidangan.
Kenapa Budi Arie, kan PROJO tidak secara tegas menyatakan dukungannya kepada calon presiden Ganjar Pranowo yang diusung kualisi PDIP, PPP, Perindo dan Hanura.
Koq bisa ? Arah dukungan PROJO lebih berat mendukung calon presiden dari Gerindra Prabowo Subianto, malah dapat jatah menteri, gerutu salah satu relawan.
Aneh juga peta politik arah relawan ya, celetuk teman relawan lainnya yang tegak lurus mendukung Presiden.
Dengan dilantiknya Budi Arie jadi menteri seharusnya ini jadi pelajaran berharga bagi proses demokrasi kita, timpal salah satu relawan yang telah menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto, sambil menceriterkan situasi menyaksikan pelantikan menteri Kominfo di salah satu cafe di bilangan Menteng.
Teman, berbeda dukungan bukan berarti bukan teman, apalagi yang didukung juga salah satu yang direstui oleh Jokowi, seloroh Jamal yang kebetulan nongkrong bersama sambil berkelakar.
Tidak ada yang salah dengan dukungan itu karena itulah demokrasi. Tapi ntah mengapa tiba-tiba PROJO diserang dari berbagai lini, ujar Giusepe Kapoyos relawan Prawiro Indonesia Task Force pendukung calon presiden yang diusung kualisi Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Prabowo Subianto.
Berbagai tudingan miring ditujukan kepada PROJO tatkala mereka mengumumkan hasil Musyawarah Rakyat (Musra). Denny Siregar sebut Projo hanya pion dan bilang Budi Arie tidak punya kemampuan. Alifurrahman Chanel Seword TV sebut Projo terima 40 miliar untuk dukung Prabowo.
Dari serangan-serangan itu targetnya ya kita paham, supaya pendukung Jokowi tidak ikut jejak PROJO dukung Prabowo, tapi percaya tidak, dengan menyerang pendukung dan bukan capresnya, hanya menunjukkan kelemahan. Apalagi yang diserang pribadinya, ujar Giusepe Kapoyos.
Lanjut aktivis yang pernah memimpin NGO LIRA di Banten, bukan hanya itu, proses demokrasi kita dalam urusan pemilihan pemimpin harusnya didasari keunggulan dan kelemahan masing-masing calon, bukan baik buruknya pendukung calon tersebut.
Presiden Jokowi memberi teguran kepada semua yang menyerang PROJO dengan cara politik Jawa yang santai tanpa banyak bicara dengan cara melantik ketua umum PROJO jadi menteri.
Pelantikan Budi Arie sebagai Menteri, tersirat pesan yang cukup dalam untuk dianalisa. Pertama Jokowi tidak keberatan dengan keputusan Budi Arie. Kedua , Jokowi merestui dukungan itu karena dari semua organ relawan, hanya PROJO yang diberi pos setinggi itu. Jabatan Menteri oleh ketua umum POJO, berarti pundi-pundi logistik bertambah untuk semakin kencang mengelola organisasi relawannya.
“Lalu mau pertontonkan kemunduran demokrasi apalagi dari serang-serangan antar relawan Jokowi,” tutur Giusepe Kapoyos.
Kapoyos mengajak para relawan agar fokus kampanye damai dan tampilkan keunggulan capres yang diusung untuk meyakinkan pemilih bahwa dialah sosok pemimpin terbaik untuk republik ini ke depan.
Saya teringat pesan Prabowo, baik Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan, merupakan putra terbaik. Untuk itu Prabowo mengajak para simpatisannya agar mengedepankan kampanye damai, jaga persatuan dan hindari menyerang individu agar pemilu 2024 menjadi pemilu yang adem dan damai, tutup Kapoyos saat berbincang di bilangan Menteng, Jakarta, Pusat.






