Kampiunnews | Jakarta – Setahun menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Partai NasDem menyoroti Heru Budi Hartono eks Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) itu.
NasDem DKI Jakarta menilai tak ada yang istimewa dari kinerja Heru.
“Kinerja heru hanyalah sebatas seremoni saja dan ternyata beliau terlihat sangat gugup memimpin Jakarta,” kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andriano kepada media, Jumat (13/10/2023).
Wibi menyebut kegugupan Heru terlihat dari sejumlah kebijakan dalam menghadapi persoalan polusi udara. Heru tampak menyepelekan persoalan tersebut.
Selain itu, terdapat kebijakan-kebijakan yang tak membuahkan hasil maksimal. Mulai dari mengatasi kemacetan, hingga adanya antrean pangan subsidi yang tak manusiawi.
Ia juga menyoroti sikap Heru dalam menangani persoalan warga Kampung Bayam. Korban penggusuran pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) sempat tidak mendapatkan hunian yang layak.
“Warga Kampung Bayam sampai dengan saat ini hak mereka untuk menempati hunian rusun tidak diberikan, dibiarkan terlantar,” katanya lagi.
Sebagai informasi, Heru Budi dilantik sebagai Pj Gubernur DKI oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada 17 Oktober 2022.
Dia telah menjalani evaluasi satu tahun kinerjanya dalam memimpin Ibu Kota. Evaluasi triwulan keempat Heru dalam memimpin DKI Jakarta berlangsung di Gedung Inspektorat Jenderal Kemendagri.
Namun, belum diketahui kapan tepatnya informasi soal perpanjangan jabatan Heru sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta diumumkan.






