Kampiunnews|Cileungsi – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan akad massal 26 ribu unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar secara hybrid dan terpusat di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Acara ini juga menandai penyerahan kunci rumah kepada penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.
Kedatangan Presiden Prabowo disambut meriah oleh warga setempat dengan lantunan musik rebana, deretan pelajar membawa bendera Merah Putih, serta masyarakat yang berjajar di sepanjang jalan sejak helikopter kepresidenan mendarat hingga ke lokasi acara.
Momen haru terjadi ketika Clara, seorang pelajar sekaligus penerima manfaat rumah subsidi dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyerahkan karangan bunga langsung kepada Presiden. Sebelum memasuki tenda utama, Presiden Prabowo sempat meninjau beberapa rumah contoh yang telah selesai dibangun.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat kecil memiliki rumah layak huni sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Saya sangat bangga, bahagia, dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan program ini hingga bisa terlaksana dengan baik,” ujar Presiden Prabowo.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam laporannya menyampaikan bahwa penyerahan 26 ribu rumah subsidi FLPP dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 200 keluarga hadir langsung di Cileungsi untuk menerima kunci rumah, sementara ribuan lainnya mengikuti acara secara daring dari Aceh, Papua, Maluku Utara, NTT, dan berbagai daerah lain.
“Bapak Presiden, hari ini ada 200 penerima manfaat di sini, dan 25.800 lainnya di seluruh Indonesia. Total ada 100 titik yang terhubung langsung dengan Bapak meski jarak memisahkan,” jelas Maruarar.
Acara ini diwarnai senyum dan tangis haru para penerima manfaat, mulai dari petani, pedagang kecil, hingga pengemudi ojek online. Bagi mereka, rumah subsidi ini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga simbol kepastian hidup dan masa depan yang lebih baik.
Senyum Bahagia Warga Warnai Penyerahan Rumah Subsidi
Bagi masyarakat penerima manfaat, rumah subsidi ini menghadirkan harapan baru. Samsul Bahri, seorang pengemudi ojek online, mengaku sangat bersyukur akhirnya memiliki rumah sendiri setelah lebih dari satu dekade hidup berpindah-pindah kontrakan.
“Sangat luar biasa, saya sangat senang sekali. Selama ini saya hanya bisa bermimpi punya rumah sendiri, sekarang akhirnya bisa terwujud. Sangat-sangat bersyukur,” ungkap Samsul.
Menurutnya, kebijakan tanpa uang muka sangat membantu masyarakat kecil sepertinya.
“Kalau sudah punya rumah, kerja jadi lebih tenang. Fokus cari nafkah buat keluarga, nggak pusing lagi soal kontrakan,” tambahnya.
Cerita serupa datang dari Rohman, seorang petani asal Indramayu, yang mengaku penantian panjang sejak 2010 akhirnya terbayar.
“Supaya keluarga tenang, anak-anak juga nyaman, nggak pindah-pindah lagi. Sekarang bisa kumpul semua di satu tempat,” ucap Rohman penuh haru.
Julianus Silalahi, pedagang kopi keliling, berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan program ini.
“Harapan saya ke depan, makin banyak yang bisa ambil rumah subsidi ini. Suasananya enak, pelayanannya baik, prosesnya juga memudahkan,” katanya.
Sementara itu, Zulkifli, ayah dari almarhum Affan Kurniawan, mengaku rumah hibah dari pemerintah ini merupakan anugerah besar bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Rumah ini sangat membantu bagi keluarga kami,” tuturnya.
Melalui penyerahan 26 ribu unit rumah subsidi FLPP, pemerintah menegaskan komitmennya menghadirkan keadilan sosial sekaligus masa depan yang lebih baik bagi jutaan rakyat kecil di Indonesia.
Turut hadir dalam acara ini sejumlah menteri kabinet, Jaksa Agung ST. Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.






