Kampiunnews | Jakarta – Sekretaris Jenderal Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) sekaligus Wakil Ketua PP GEKIRA, Benyamin Patondok, menilai pertemuan pimpinan DPR RI dengan perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi antara lembaga negara dan masyarakat.
Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Sementara AMPB diwakili sejumlah tokoh, di antaranya Supriyono alias Botok.
Benyamin mengatakan, dialog antara DPR dan masyarakat penting untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap proses pengambilan kebijakan.
Menurut dia, komunikasi yang terbuka perlu terus dilakukan agar berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dapat dibahas melalui mekanisme yang konstruktif.
Selain mengapresiasi pertemuan tersebut, Benyamin mendorong pemerintah dan DPR segera memberikan kepastian terkait pembahasan Undang-Undang Perampasan Aset.
Ia menilai regulasi tersebut diperlukan untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan memperjelas mekanisme pengelolaan aset yang berasal dari tindak pidana.
“Kita harus percaya bahwa pemerintah dan DPR serius agar Undang-Undang Perampasan Aset benar-benar bisa diwujudkan sebagai jaminan kepada masyarakat,” kata Benyamin.
Benyamin juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam. Ia berharap kekayaan alam Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu.
“Bangsa Indonesia memiliki hak yang sama. Apalagi di luar Jawa, masih banyak masyarakat dan daerah yang tertinggal, termasuk daerah-daerah pertambangan. Sumber daya alam harus bisa dinikmati masyarakat secara umum dan luas,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta pemerintah terus memperbaiki tata kelola pemanfaatan sumber daya alam dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Benyamin menekankan pentingnya memastikan kebijakan pemerintah diwujudkan melalui program dan tindakan konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Memang membangun sesuatu dengan niat baik tidak mudah membuat orang langsung yakin. Tetapi sekarang pemerintah terus bekerja memperbaiki itu semua. Karena itu, aparatur pemerintah harus benar-benar bekerja dengan hati,” pungkasnya.







