Kampiunnews |Jakarta- Salah satu alumni SMA Katolik Seminari Lalian ( Semla) Atambua, Nusa Tenggara Timur, Bernardus Herman Leu, mendukung wacana pencalonan Petrus Palbeno, untuk bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Diketahui, Petrus Palbeno merupakan salah satu alumni Semla yang belakangan ini namanya disebut dalam arus politik praktis di TTU sebagai salah satu bakal calon. Wacana ini semula disuarakan oleh sejumlah alumni yang menghendaki agar ia ikut konstestasi pada Pilkada serentak tahun ini.
Menurut Bernardus Herman Leu, figur seperti Petrus Palbeno layak diorbitkan. Herman demikian sapaan akrabnya menilai, yuniornya (Petrus Palbeno) sudah melakukan hal yang nyata dan bisa dilihat banyak orang sebagai bentangan fakta. Tamatan Semla 1986 yang kini bermukim di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat ini menilai, Petrus Palbeno telah melakoni beberapa profesi. Sebagai seorang jurnalis, aktivis, petani, dan merambah enterpreneur. Dari sini lanjutnya, masyarakat bisa menilai apakah sosok ini layak atau tidak, memimpin TTU bila dikehendaki. Juga secara kasat mata, masyarakat bisa memotret keseharian hidupnya seperti apa.
“Bila bicara tentang petani, ia sudah melakukannya. Begitu pun kalau kita bicara tentang pengusaha atau perkebunan setidaknya ia sudah membuktikan itu,” tandas Herman Leu, Senin (18/3/2024).
Petrus Palbeno merupakan salah satu pengusaha sukses di Malang Jawa Timur. Pria asal Desa Nilulat ini merantau ke Jawa pada pada tahun 1988. Ia kemudian melabuhkan kapal impiannya di Kabupaten Malang untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi.
Sebelum terjun ke dunia enterpreneur ia lebih dahulu menjalani profesi sebagai wartawan pada Harian SURYA (Grup KOMPAS) biro Jawa Timur. Pengalaman yang paling berkesan dalam hidupnya adalah ketika ditugaskan oleh kantornya untuk meliput konflik bernuansa SARA di Sampit, Kalimantan pada 2001 silam.
Kembali dari Sampit, bersamaan dengan peristiwa perang saudara di Timor Timur pasca referendum 1998, Suami dari Pudjiastuti (alm) ini mendapat tugas untuk meliput peristiwa bersejarah ini. Namun tugas itu urung dilaksanakan karena mengundur diri. Di saat itulah niat untuk membangun perusahaan sendiri tertancap dalam jiwanya. Perusahaan pertamanya, diberi nama Putri Gunung. Bendera ini berkibar hingga saat ini dan bahkan telah beranak pinang. Ada dua perusahaan lain yang bergerak di bidang infrastruktur.
“Setelah berhenti jadi wartawan, saya banting setir sebagai pengusaha,” ungkapnya suatu waktu, sambil menerawang jauh.
Saat ini selain bergelut di dunia enterpreneur, ayah lima anak ini juga berkebun. Ia memiliki sawah yang cukup luas di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Selain itu ia juga berkebun. Di atas lahan 10 ha dari total luas lahan sebesar 40 ha, ditanami tanaman produktif seperti kopi, alpukat, jeruk dan tanaman produktif lainnya.
Lokasi perkebunan ini berada di dekat lereng gunung yang memesona. Untuk aktivitas perkebunan ini, Peter melibatkan mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur. “Kalau musim tanam atau panen, saya panggil anak anak mahasiswa dari TTU maupun dari Flores untuk membantu,”bebernya.
Menurut Herman Leu, Petrus Palbeno layak mendapat dukungan untuk maju. Dari rekam jejak perjalanan meniti kariernya ia termasuk sukses. “Nah orang seperti ini yang perlu didukung. Karena apa yang telah dilakukannya selama ini sudah bisa dibuktikan. Tidak semata retorika saja,”ujarnya.
Pelatih Merpati Putih untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ini mengatakan banyak pemimpin yang hanya pintar berteori namun pada kenyataannya setelah diberi kepercayaan tidak bisa dibuktikan. ” Ya kalau hanya sekedar berteori semua orang juga bisa,”pungkasnya, tanpa menyebut siapa pemimpin yang dimaksud.
Bursa bakal calon bupati dan wakil bupati TTU mulai ramai diperbincangkan masyarakat di daerah yang berbatasan dengan negara Timor Leste itu. Terkini, Yosef Falentinus Kebo diberitakan bakal berpasangan dengan Kamelus Elu. Pasangan Insana – Miomaffo ini mengusung tagline perubahan. Bursa pencalonan kepala daerah bakal ramai dan seru.
Sementara itu, wakil bupati TTU, Eusabius Binsasi juga telah membuat pernyataan di media. Mantan Dirjen Bimas Katolik pada Kementerian Agama ini menyatakan siap bertarung. Eusabius Binsasi dan bupati David Juandi akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2024. Namun sejauh ini belum ada informasi apakah petahana ini akan tetap berpasangan (jilid II) atau bakal berpisah dan saling berhadap-hadapan sebagai rival pada Pilkada serentak November 2024 .






