Kampiunnews I Sidoarjo– Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Ahmad Muhdlor mengatakan idealnya di setiap kecamatan memiliki dua puskesmas. Karena itu Ahmad Muhdlor rencana akan menambah lagi puskesmas di wilayah itu. Sidoarjo merupakan kota terpadat kedua setelah Surabaya.
Dia mempertimbangkan jumlah penduduk di Sidoarjo mencapai 1.936.470 jiwa. Dengan kepadatan penduduk tersebut minimal setiap kecamatan memiliki dua puskesmas bahkan beberapa kecamatan seperti Waru, Taman, Krian, Buduran dan Kecamatan Sidoarjo lebih dari dua puskesmas.
“Pelayanan kesehatan ditingkat dasar ini sangat penting, meski Sidoarjo sudah ada dua RSUD. Infrastruktur kesehatan dasar ini terus akan kami tingkatkan,” kata Ahmad Muhdlor, Selasa (4/4/2023).
Diketahui Pemerintah Daerah setempat berhasil memperoleh penghargaan karena dinilai mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai program strategis nasional dengan mendorong terwujudnya Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia layak mendapatkan apresiasi.
Guna menunjang prestasi tersebut diperlukan infrastruktur penduduk seperti pembangunan sarana dan prasarana terutama fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo Fenny Apridawati menjelaskan telah melakukan pemetaan sumber daya manusia (SDM) untuk memaksimalkan tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas dan Pustu.
Saat ini telah tersedia 27 Puskesmas, 55 Pustu. Namun hanya 14 puskesmas yang melayani rawat sementara 13 Puskemas lainnya melayani rawat jalan atau non inap.
“Kita maksimalkan 27 Puskesmas, 55 Pustu dan 23 Puskesmas Keliling untuk melayani kesehatan dasar masyarakat,”jelasnya.
Data yang diperoleh dari jumlah penduduk sebesar 1.936.470 jiwa sekitar 99.5 persen atau setara dengan angka 1.955.002 jiwa telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berdasarkan data tersebut, hampir seluruh warga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo telah memiliki payung perlindungan untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan.






