Kampiunnews|Kupang – Klub promosi Super League Indonesia, Garudayaksa FC, terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi musim 2025/2026 dengan membangun kekuatan tim Elite Pro Academy (EPA). Sebagai bagian dari upaya menjaring talenta muda terbaik nasional, Garudayaksa FC akan menggelar seleksi pemain usia muda di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 27–28 Juni 2026 di Stadion Oepoi Kupang.
Kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi para pesepak bola muda NTT untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus membuka peluang meniti karier menuju level sepak bola profesional.
Kota Kupang dipilih sebagai salah satu lokasi seleksi karena dikenal memiliki banyak pemain berbakat yang selama ini menjadi tulang punggung berbagai klub dan kompetisi sepak bola di Indonesia. Melalui seleksi ini, Garudayaksa FC berharap dapat menemukan pemain-pemain potensial yang siap dibina dalam sistem Elite Pro Academy.
Seleksi EPA Liga 1 Zona NTT mendapat dukungan penuh dari Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, yang juga menjabat sebagai CEO Bintang Timur Atambua (BeTA) Academy. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara Garudayaksa FC dan BeTA Academy dalam pengembangan sepak bola usia muda di Nusa Tenggara Timur.
Manajer BeTA Academy sekaligus Koordinator Tim Seleksi Garudayaksa FC Zona NTT, Fhyto Francis, menjelaskan bahwa proses seleksi tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis pemain, tetapi juga mencakup aspek mental, karakter, disiplin, dan potensi perkembangan jangka panjang.
Menurut Manejer BeTA Academy Fhyto Francis, kerja sama antara BeTA Academy dan Garudayaksa FC telah terjalin sejak penyelenggaraan Nusantara Open atau Piala Prabowo Subianto. Kolaborasi tersebut kini semakin diperkuat melalui program pencarian dan pembinaan pemain muda berbakat dari berbagai daerah di NTT.
“Kami mencari pemain yang memiliki teknik dasar yang baik, mampu beradaptasi dengan instruksi pelatih, memiliki mental kompetitif, tidak mudah menyerah, serta mempunyai potensi berkembang dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Karakter yang baik di dalam maupun di luar lapangan juga menjadi faktor penting dalam proses seleksi,” ujar Fhyto Francis, Rabu (17/6).
Ia menegaskan bahwa prinsip utama dalam proses penjaringan pemain adalah melihat potensi masa depan, bukan hanya kemampuan saat ini.
“Jangan hanya memilih pemain yang paling hebat hari ini, tetapi pilihlah pemain yang memiliki peluang terbesar untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional dan suatu saat mampu memperkuat Tim Nasional Indonesia,” tegasnya.
Seleksi EPA Liga 1 Zona NTT terbuka untuk tiga kelompok usia, yakni U-16 (kelahiran 2010–2011), U-18 (2008–2009), dan U-20 (2006–2007). Peserta diperkirakan berasal dari berbagai kabupaten dan kota di NTT, seperti Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, Alor, Flores, Lembata, Ende, Ngada, hingga wilayah lainnya.
Melalui jaringan pembinaan yang dimiliki BeTA Academy, seperti BeTA SoE Generation, BeTA Tunas Muda Kupang, BeTA Bajawa, serta sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi sepak bola di NTT, Fhyto optimis seleksi ini akan mampu menjaring talenta-talenta terbaik dari seluruh pelosok daerah.
Menurutnya, NTT selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung bakat sepak bola nasional. Namun, masih banyak pemain muda potensial yang belum mendapatkan akses dan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di level yang lebih tinggi.
Seleksi pemain Elite Pro Academy (EPA) Garudayaksa FC di Kota Kupang mendapat apresiasi dari pelaku sepak bola lokal. Pelatih SSB Tunas Muda Kupang, Ibnu Sandah, menilai kegiatan tersebut menjadi peluang besar bagi talenta muda NTT untuk menembus level sepak bola nasional.
“Kami percaya dengan komitmen dan kapasitas yang dimiliki Ibu Serena Francis. Sebagai CEO BeTA Academy dan Wakil Wali Kota Kupang, beliau memiliki visi yang kuat dalam pengembangan olahraga dan pembinaan generasi muda. Kami optimistis gairah sepak bola Kota Kupang akan semakin berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak talenta yang berprestasi di tingkat nasional,” pungkas Ibnu.






