Kampiunnews | Jakarta – Ketekunan di bisnis pensiunan akhirnya mengantar Bank Bumi Arta (BBA) menjalin dekat dengan PT Asabri (Persero) sejak satu dekade yang silam.
Relasi dan sinergi bisnis itu akhirnya berbuah manis ketika bank tersebut terpilih sebagai salah satu mitra terbaik Asabri pada Maret lalu dalam acara Penghargaan Mitra Bayar Terbaik Tahun 2022.
Penghargaan yang dilaksanakan di Aula Serbaguna, Gedung ASABRI, Jakarta Timur itu mencakup tiga kategori layanan dan satu kategori rata-rata skor tertinggi tahun 2022.
Pada seremoni itu, Bank Bumi Arta meraih Penghargaan Mitra Bayar Terbaik dengan Kategori Layanan Kurang Dari 10.000.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Keuangan BBA Edwin Suryahusada dalam wawancara dengan awak redaksi Kampiunnews.com (31/3) mengakui bangga dan berterimakasih atas penghargaan itu.
Menurut Edwin, prestasi itu diraih dalam proses yang panjang dan berliku dalam bisnis pensiunan. Bahkan, saat ini, bisnis pensiunan sudah berkontribusi sekitar 20 persen dari seluruh kinerja perseroan.
Jauh sebelum menjadi mitra bayar ASABRI, BBA telah menjadi mitra bayar Taspen atau dulu masih dikenal dengan nama Kas Negara (pensiunan sipil). Baru tahun 2013, BBA resmi menjadi mitra bayar nasabah Asabri (pensiunan TNI, Polri dan ASN).
“Komitmen kami dengan Asabri sejak 2013 sampai sekarang benar-benar kami jaga baik dan penuh tanggungjawab,” kata pria jebolan University of Michigan, Ann Arbor, MI, USA pada tahun 2000 itu.
Berawal dari Kebutuhan Nasabah
Edwin lalu bercerita awal mula menjadi mitra bayar Asabri. Hal itu bermula dari permintaan dari satu dua nasabah yang punya saudara pensiunan tentara. Para nasabah itu bertanya, apakah saudaranya yang pensiunan tentara bisa ambil atau pindah jadi nasabah di BBA?
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan seperti ini pun terus bertambah hingga mencapai ratusan nasabah.
Melihat kebutuhan nasabah untuk pindah atau mengambil dana pensiunan di BBA, menajemen BBA akhirnya berani menawarkan ke Asabri untuk menjadi mitra bayar langsung.
Sampai saat ini, BBA mengantongi jumlah nasabah pensiunan ASABRI berjumlah kurang lebih lima ribuan.
Edwin mengaku angka itu masih kecil dibanding jumlah nasabah mitra bayar bank lain.
Sejak pandemi, kata Edwin, BBA tidak terlalu ekspansif mengembangkan nasabah pensiunan, namun saat ini sudah lebih ekspansif.
“Saat ini kita lebih ekspansif dan semoga jumlah nasabah pensiunan ASABRI terus bertambah di BBA,” ujar Edwin yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Digitalisasi.
BBA tentu saja terus berbenah dan berekspansi. Jumlah kantor cabang BBA di Indonesia saat ini mencapai 35, yang tersebar di di Medan, Lampung, Bandung dan Jabodetabek. Selain itu kantor cabang BBA juga ada di Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makassar dan kota-kota besar lainnya.
Terkait bisnis pensiunan, lanjut Edwin, BBA selalu berkoordinasi dengan Asabri dalam segala hal. Tiap bulan BBA selalu mengirimkan data-data nasabah pensiunan yang akan kami bayarkan. BBA pastikan semua dana tersalurkan dengan tepat sasaran.
Dalam menjalani pekerjaan sebagai mitra bayar, Edwin mengakui kalau bank yang dipimpinnya selalu mendukung penuh program dan arahan dari Asabri terkait nasabah pensiunan.
“Asabri itu sudah seperti orangtua kami. Arah Asabri kemana kami ikuti dan kami berterimakasih selalu didukung Asabri. Kalau kurang jelas, kami tanya langsung. Yang penting para pensiunan senang lah,” ujar Edwin yang mengawali karirnya di BBA tahun 2005-2006 dengan menjadi staf marketing.
Hingga saat ini, nasabah Asabri yang ditangani BBA mencapai sekitar 5 ribuan yang tersebar di Jawa, Sumatera, Bali dan Makassar. Tentu saja sebagian besar berada di Pulau Jawa Jawa.
Edwin juga menjelaskan kalau BBA sedang menyiapkan pinjaman dengan biaya relatif kompetitif untuk kebutuhan tak terduga atau jangka panjang nasabah pensiunan seperti kebutuhan umroh, biaya pengobatan, biaya pendidikan cucu, bahkan untuk tambahan biaya usaha.
Sedangkan program atau produk dari pihak Asabri untuk nasabah pensiunan pun dengan cepat disosialisasikan ke cabang-cabang BBA di seluruh Indonesia.
“Kita jelaskan secara detil kepada seluruh cabang di seluruh Indonesia supaya tidak salah tafsir. Semua searah dan sepaham. Itu kita lakukan di BBA. Kalau di bank lain mungkin hanya di pusat yang paham dan mengerti, cabangnya belum tentu,” pungkas peraih gelar Master of Science dari University of Illinois, Urbana Champaign, IL, USA pada tahun 2004 itu.
Tak hanya itu, Edwin menyampaikan BBA juga sangat proaktif kepada nasabah.
Misalnya, menanyakan nasabah mengapa dana pensiunannya belum diambil padahal tanggal waktu pengambilan sudah lewat.
“Kita sangat proaktif. Kita teleponin mengapa dana pensiunan tidak diambil padahal tanggal pengambilan sudah lewat. Kalau ternyata si nasabah lagi sakit, kita arahkan agar dana diambil lewat ATM saja. Ini semua kita lakukan sebagai tanggungjawab untuk semata-mata memudahkan para pensiunan,” ujarnya mantap.
Apa yang dilakukan BBA, kata Edwin, sebenarnya sebagai tanggungjawab perseroan dalam membantu Asabri agar memberikan pelayanan yang optimal dan tertib dalam memberikan laporan mereka kepada menteri keuangan.
“Ya kalau sudah saling percaya, kita harus bisa sama-sama saling membantu,” kata Edwin.
“Intinya, cepat dan tepat, serta proaktif kepada nasabah agar bisa jadi mitra bayar terbaik,” tambah Edwin menjelaskan.
Edwin juga mengatakan BBA tidak punya catatan miring terhadap Asabri, karena Asabri dikenal merangkul semua perusahaan mitra bayarnya.
“Asabri itu sangat bagus, orang-orangnya sangat kooperatif dan apa adanya. Apalagi soal pembayaran, Asabri selalu tepat waktu, bahkan beberapa hari sebelum waktunya, dananya sudah lebih dulu masuk ke BBA.”
Hanya saja, demikian Edwin, ada pengecualian untuk kasus khusus seperti THR dan gaji ketiga belas. Tapi selama ada keterlambatan, BBA melihat hal itu bukan kesalahan di pihak Asabri, namun dari menteri keuangan negara yang telat menyetor dananya.
“So far kami berterimakasih kepada Asabri karena bisa diikutsertakan dalam penyaluran dana pensiunan Asabri ini menjadi mitra bayar,” tutur Edwin.
Terobosan
Salah satu bentuk rasa terima kasih itu, Edwin mengatakan BBA sedang menyiapkan terobosan yang semuanya bermuara kepada layanan terbaik kepada nasabah umum atau pensiunan.
Walau pun sebagai mitra bayar resmi, BBA selalu mengedepankan program dan inovasi dari Asabri sendiri karena BBA adalah perpanjangan tangan Asabri untuk para nasabahnya.
Misalnya yang sedang gencar dilakukan saat ini adalah program Asabri Star. Program ini berawal dari keinginan pihak Departemen Keuangan untuk memastikan bahwa para pensiunan itu benar-benar masih hidup.
Intinya, demikian Edwin, dengan aplikasi Asabri Star, nasabah dapat bertatap muka secara face to face, baik dengan pihak Asabri maupun mitra bayar.
Terkait terobosan dari BBA sebagai mitra bayar, dia mengakui kalau bank tersebut dalam waktu dekat akan melaunching pembukaan rekening secara online.
“Ini semata-mata untuk memudahkan calon nasabah tanpa harus datang secara fisik ke kantor cabang terdekat.”
Dengan berbagai terobosan itu, BBA berharap untuk semakin berprestasi sebagai mitra bayar. Bahkan, bank itu bertekad untuk naik kelas, tidak lagi dalam kelompok mitra bayar dengan nasabah di bawah 10 ribu.
“Inilah impian kami dari BBA, jangan hanya di kelas ini saja. Apalagi nanti sudah launching pembukaan rekening secara online diharapakan dapat menambah kantong-kantong nasabah terutama nasabah pensiunan,” lanjutnya.
Edwin berharap melalui program pembukaan rekening secara online ini (rencananya dilauching pada akhir tahun 2023 ini), jumlah nasabah BBA dapat tumbuh sekitar 15-20 persen.
Di akhir perbincangan, sebagai mitra bayar, BBA memastikan untuk selalu mendoakan dan mendukung Asabri agar terus tumbuh sehat karena mempunyai tanggungjawab bersama kepada para sesepuh bangsa dan negara yang selama puluhan tahun mengabdi dan menjaga NKRI.
“Kita pastikan para sesepuh ini bisa menerima dana pensiunan secara tepat dan tepat sasaran. Dan sebagai mitra bayar terbaik, BBA akan terus mendukung,” tutup Edwin. [Tio/Abaraham]






