Kampiunnews | Jakarta – Massa dari Forum Mahasiswa Peduli Bangsa (FMPB) yang dipimpin M. Ritonga menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, pada Jumat (22/12/2023).
Mereka kali ini mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi RI dengan melakukan orasi terkait dugaan korupsi dan gratifikasi modus sedekah rutin di jajaran Pemerintahan Kabupaten Asahan.
Ada 7 tuntutan yang disampaikan massa aksi dan mendesak pihak KPK RI agar segera turun ke Kabupaten Asahan.
Kegerahan para pejabat yang diduga diminta sedekah rutin oleh oknum pengumpul, tak mampu lagi tertahankan dikarenakan nominal yang kerap diminta begitu fantastis, terkadang per orang Rp 2 hingga Rp 5 juta per bulan.
Ketua FMPB menyampaikan informasi, laporan dan pengakuan tersebut semakin menguat, beberapa pekan lalu muncul sebuah percakapan pribadi dalam grup whatsApp sejumlah pejabat pimpinan kecamatan terhadap, himbauan dan pengingat setoran sedekah rutin tersebut
“Berdasarkan informasi yang berkembang tentang 25 camat di Kabupaten Asahan diduga wajib menyetorkan uang senilai Rp 5 juta setiap bulannya kepada bupati Asahan Surya,” tegas M. Ritonga.
Dijelaskan M. Ritonga dari laporan tersebut, dirinya meminta agar KPK segera memanggil dan memeriksa Bupati Asahan Surya dan seluruh camat yang ada di Kabupaten Asahan.
“Segera periksa dan tangkap Bupati Asahan Surya, dan 25 camat yang ada di Kabupaten Asahan,” pungkas M Ritonga lagi.
Terpisah, beredar dan bocornya sebuah pesan whatsApp Camat Asahan Kota Kisaran Barat Khualid Armansyah dalam melakukan pengkondisian uang setoran sedekah rutin bulanan dari seluruh camat se-Kabupaten Asahan menuai pro kontra.
Khualid Armansyah disebut-sebut sebagai ‘ketua kelas’ para camat se-Kabupaten Asahan.
Selain itu, Khualid disebut-sebut sebagai penanggung jawab dan pengumpul sedekah rutin yang diduga akan disetorkam kepada bupati dan wakil bupati.






