Kampiunnews | Jakarta – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Hutama Karya (Persero) berkomitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui proyek-proyek berkelanjutan. Memasuki tahun 2025, BUMN yang fokus pada pembangunan infrastruktur ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung visi Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokus utama Hutama Karya adalah mempercepat proyek strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memperkuat konektivitas infrastruktur di seluruh Indonesia.
Menteri BUMN, Erick Thohir, menyampaikan bahwa ada tiga peran utama BUMN yang harus dioptimalkan dalam lima tahun ke depan. “Melanjutkan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu poin dalam Asta Cita ketiga. Kami akan memastikan BUMN infrastruktur dapat menyelesaikan sejumlah proyek strategis, terutama di bidang ketahanan pangan dan konektivitas, guna mencapai Asta Cita yang telah ditetapkan,” ujar Erick. Harapannya, infrastruktur yang dibangun dapat menurunkan biaya logistik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam mendukung ketahanan pangan, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyusun program Quick Wins. Program ini mencakup pembangunan bendungan, irigasi, dan infrastruktur pendukung lainnya, termasuk pengembangan Food Estate di beberapa wilayah, seperti Kalimantan Tengah dan Papua Selatan. Menteri PU, Dody Hanggodo, menambahkan, “Dukungan ketahanan pangan melalui pembangunan dan peresmian bendungan/waduk, serta rehabilitasi jaringan irigasi, menjadi fokus utama kami.”
Hutama Karya kini tengah menyelesaikan beberapa proyek penting, seperti Bendungan Way Apu di Maluku, Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo, dan proyek modernisasi irigasi Rentang di Indramayu. Proyek-proyek ini bertujuan untuk meningkatkan indeks tanam padi menjadi tiga kali dalam setahun. Proyek irigasi lainnya di Kapuas, Kalimantan Tengah, telah rampung dan kini mendukung lebih dari 41 ribu hektar lahan pertanian.
Selain itu, Hutama Karya juga mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur pendidikan, termasuk renovasi sekolah di Jakarta Pusat, yang saat ini telah mencapai progres 52,11%. Di bidang konektivitas, perusahaan ini menyelesaikan proyek Underpass Joglo di Solo dan pembangunan Jalan Trans Papua. Proyek lainnya, seperti Tol Semarang-Demak dan akses ke Pelabuhan Patimban, terus dikebut untuk mendukung akses ke kawasan ekonomi strategis.
Melalui inovasi teknologi, pemberdayaan tenaga kerja lokal, dan penggunaan material dalam negeri, Hutama Karya memastikan seluruh proyeknya tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan pengalaman panjang dalam pengembangan jalan, gedung, dan bendungan, perusahaan ini siap mendukung Indonesia mencapai visi 2045, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang terencana, Hutama Karya bertekad untuk menjadi motor penggerak pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.






