Kampiunnews I Jakarta – Salah satu figur terbaik asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, Orias Petrus Moedak. Dia memastikan diri untuk mengikuti pemilihan gubernur (Pilkada) NTT 2024. Kepastian ini diungkapkan anak Oeba kelahiran Kupang 26 Agustus 1967 ini saat bincang-bincang dengan sejumlah warga NTT di Jakarta, belum lama ini.
Orias demikian ia disapa menegaskan sikap politiknya usai melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Flores. Selama lebih dari sepekan ia menjelajahi daerah Ende, Ngada, Maumere dan Manggarai. Hasil kunjungan tersebut ia sharing sebagai bahan masukan bila saatnya ia ikut kontestasi di Pilgub NTT.

Nama Orias Petrus Moedak sebenarnya belum familiar di masyarakat. Hal ini disebabkan tamatan SMP Negeri 2 Kupang ini jarang terekspose atau di publish media masa. Padahal jabatan yang diembannya cukup mentereng. Direktur umum di sejumlah BUMN. Bahkan pernah menjabat sebagai wakil direktur utama PT Freeport. Lantaran itu, Orias lebih banyak sibuk di perusahaan milik negara.
Perjalanan karier dengan posisi penting itu tidak membuat ayah dari tiga anak ini merasa berpuas diri, apalagi melupakan kampung halamannya.
Sikap politik itu ia tegaskan lagi setelah pulang dari lawatannya di Flores. Banyak masukan dari para romo, dan frater ketika ia mengunjungi Seminari Mataloko. Begitu pun ketika berdialog dan berdiskusi dengan elemen masyarakat lain termasuk pendeta masih di wilayah Flores.
“Jadi kalau ada yang tanya, saya jawab 100 persen maju,” ungkap Orias seakan menegaskan kembali sikapnya.
Selama ini Orias lebih banyak menghabiskan waktunya di BUMN. Sebagai pejabat di perusahaan negara namanya moncer sebagai seorang ekonom ketimbang politik. Bila kini ia berniat terjun ke dunia politik praktis, itu semata mata karena panggilan jiwa. Secara materi (finansial) Orias telah selesai dengan dirinya. Keterpanggilan itu lantaran ia melihat daerahnya dari dulu dari waktu ke waktu begitu-begitu saja. Entah salah urus atau memang tidak diurus. Alkisah alumnus Universitas Padjajaran Bandung Fakultas Ekonomi, jurusan Akuntansi, ini mengaku suatu ketika ia mendapat curhat dari seorang ibu. Dengan mata berlinang, sang ibu itu mengadukan nasib anaknya yang tidak bisa sekolah.
Mengusung tagline “Jangan mencuri,” Orias berniat menjadikan tagline tersebut sebagai himbauan moral. Menyapa atau menyalami orang, seraya menyatakan “Jangan mencuri”imbuhnya.
Tagline ini menurutnya tidak memiliki konotasi negatif. Logikanya bukan dia (orang) NTT mencuri. Maksudnya adalah mengajak agar supaya tidak mencuri. ” Di Negeri ini isinya banyak sekali koruptor. Korupsi itu elegan. Padahal mencuri. Dia itu pencuri namun dihaluskan menjadi koruptor, “beber Orias Petrus seraya menitipkan salam jangan mencuri.
Tentang keseriusannya menyasar kursi NTT-1, Orias yang pernah mengikuti pendidikan non formal dua kali di Israel rentang waktu 2013 dan 2017 belum mau menyebutkan kendaraan atau partai politik yang telah didekatnya atau mendekati dirinya mewujudkan obsesi politik yang diidamkan. “Saya belum bicara partai politik. Memang ada yang menawarkan tapi untuk DPR RI,” ungkap Orias tanpa menyebut nama partai politik yang dimaksud.
Mantan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) MIND ID Grup ini lebih banyak berbicara soal jumlah SKPD yang seharusnya minimalis dengan tupoksi yang dimaksimalkan. Bahkan menurutnya untuk jenjang karier dalam mengsisi suatu posisi atau jabatan ia bertekad melakukannya dengan cara berkompetisi atau lelang jabatan. “Ya lelang jabatan. Orang dari mana saja silakan,” pinta Orias.






