Kampiunnews I Yerusalem – Insiden kekerasan terhadap umat Kristen di Yerusalem kembali mencuat setelah Pastor Nikodemus Schnabel, kepala biara Benedictine Abbey of the Dormition, diserang oleh dua pemuda nasionalis Yahudi pada 3 Februari lalu.
Serangan tersebut terjadi di dekat Gerbang Sion, di perbatasan antara kawasan Armenia dan Yahudi, di mana seorang anak di bawah umur dan seorang yang berusia sekitar 20 tahun meludahi dan menyerang Pastor Schnabel secara verbal dengan hinaan terhadap Yesus. Insiden ini direkam oleh jurnalis Jerman Natalie Amiri.
Menurut Pastor Schnabel, serangan tersebut merupakan bagian dari serangkaian kekerasan yang sering terjadi terhadap biarawan dari Biara Dormition. Tulisan-tulisan menyerang serta lemparan batu sering terjadi di sekitar biara tersebut.
Namun, tanggapan dari pemerintah Israel dan para pemimpin agama di Israel terhadap fenomena ini menimbulkan pertanyaan. Pastor Schnabel mempertanyakan pendidikan agama yang diterima oleh para pelaku serangan, serta meminta diakui adanya masalah kebencian Kristen dari pihak Yahudi.
Hana Bendcowsky dari Pusat Hubungan Yahudi-Kristen Yerusalem juga menyoroti fenomena pelecehan terhadap umat Kristiani di Tanah Suci, yang mencatat adanya peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Bendcowsky menegaskan perlunya pendidikan untuk mengubah mentalitas masyarakat dan menciptakan suasana delegitimasi terhadap perilaku yang tidak dapat diterima ini.






