Portugal 5-0 Uzbekistan
Gol Portugal: Ronaldo (6′, 39′), Mendes (17′), Gol Bunuh Diri Nematov (60′), Leao (87′)
Kampiunnews|Houston – Cristiano Ronaldo sukses mencetak dua gol (brace) gemilang untuk memecahkan sejumlah rekor FIFA World Cup sekaligus membawa Tim Nasional Portugal menang atas Uzbekistan 5 – 0.
Setelah melihat nama-nama besar seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland menghiasi halaman utama berita Piala Dunia 2026, legenda hidup Portugal, Cristiano Ronaldo, langsung tancap gas di Houston dengan performa yang sangat memukau.
Bermain dalam putaran final Piala Dunia keenam sepanjang kariernya, sang megabintang berusia 41 tahun tersebut langsung membawa Portugal unggul atas Uzbekistan lewat penyelesaian jarak dekat yang cerdas memanfaatkan umpan silang akurat dari Joao Cancelo.
Torehan tersebut menjadi sebuah gol yang mengukir sejarah baru. Ronaldo resmi menjadi pemain pertama di dunia yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda. Selain itu, ia juga menobatkan diri sebagai pencetak gol tertua kedua dalam sejarah turnamen ini, tepat di belakang legenda Kamerun, Roger Milla. Rasa lega terpancar jelas di wajah Ronaldo setelah pada laga pembuka sebelumnya sempat kesulitan saat bersua Republik Demokratik Kongo (DR Congo).
Tampil penuh motivasi, sang veteran kembali mencetak gol keduanya melalui sepakan terarah ke sudut gawang sesaat sebelum turun minum. Itu merupakan gol ke-10 Ronaldo di ajang Piala Dunia, yang sekaligus membuatnya melangkahi rekor legenda Portugal, Eusebio (9 gol), sebagai pencetak gol terbanyak Selecao di putaran final dunia.
Di sela-sela golnya, Ronaldo juga memainkan peran penting dalam gol kedua Portugal dengan menjadi kecohan (decoy) cerdas bagi eksekusi tendangan bebas brilian Nuno Mendes di babak pertama. Memasuki babak kedua, gol keempat Portugal lahir akibat gol bunuh diri kiper Uzbekistan, Utkir Yusupov (Nematov), sebelum akhirnya Rafa Leao menyempurnakan pesta kemenangan lewat gol penutup pada menit ke-87.
Setelah sempat mencetak gol Piala Dunia pertama mereka saat melawan Kolombia, Uzbekistan mengira mereka berhasil mencatatkan nama di papan skor kembali melalui sepakan jarak jauh yang menakjubkan dari Azizjon Ganiev. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit karena dianggap terjadi pelanggaran terlebih dahulu. Kekalahan telak ini membuat nasib tim debutan tersebut kini berada di ujung tanduk.
Cristiano Ronaldo Tinggalkan Lionel Messi dalam Sejarah Gol Piala Dunia
Lewat pencapaian gemilang ini, Cristiano Ronaldo sukses memisahkan dirinya dari sang rival abadi, Lionel Messi, dalam hal konsistensi mencetak gol. Sebelum laga bersejarah ini dimulai, baik Ronaldo maupun kapten Argentina tersebut sama-sama memegang rekor mentereng sebagai pemain yang mampu membobol gawang lawan dalam lima edisi Piala Dunia berbeda.
Tidak hanya itu, pemilik nomor punggung 7 legendaris Portugal tersebut kini telah mengoleksi total 10 gol di sepanjang keikutsertaannya pada putaran final dunia. Catatan impresif ini secara resmi melampaui rekor mendiang legenda sepak bola Portugal, Eusebio, yang sebelumnya memimpin daftar top skor abadi Selecao di Piala Dunia dengan torehan sembilan gol.
Ketajaman Ronaldo di atas lapangan hijau juga menjadi bukti nyata bahwa usia hanyalah sebuah angka. Dalam usia 41 tahun 138 hari, Ronaldo kini menempati posisi kedua dalam daftar pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia. Ia hanya berada di belakang legenda ikonik Kamerun, Roger Milla, yang memegang rekor teratas saat mencetak gol di usia 42 tahun 39 days.
Ghana Tahan Imbang Inggris
Performa lini pertahanan yang solid memastikan Ghana sukses memaksakan hasil imbang tanpa gol saat bersua Inggris dalam lanjutan laga FIFA World Cup 2026.
Babak pertama berjalan dengan intensitas fisik yang tinggi dan minim kreativitas dari kedua tim. Ghana tampil kokoh membendung gelombang demi gelombang tekanan dari Inggris. Sepanjang paruh pertama, satu-satunya peluang setengah matang milik The Three Lions hanya lahir melalui sundulan melambung Declan Rice yang masih melewati mistar gawang.
Setelah turun minum, Elliot Anderson mendapati umpan sundulan jarak dekatnya berhasil diblok, sesaat sebelum Anthony Gordon melepaskan tembakan keras yang tepat mengarah ke pelukan penjaga gawang Ghana, Benjamin Asare. Harry Kane menjadi pemain berikutnya yang mencoba peruntungan lewat tendangan mendatar, namun Asare kembali tampil gemilang untuk mentahkannya.
Di sisi lain, Ghana tampil mengancam lewat skema serangan balik cepat. Mereka hampir saja membongkar pertahanan Inggris saat laga menyisakan kurang dari sepuluh menit. Abdul Fatawu lolos dan berhadapan langsung dengan Jordan Pickford. Meski Ezri Konsa sempat kembali untuk menggagalkan upaya pertamanya, tembakan kedua dari sang penyerang sayap justru terblok tepat di depan garis gawang oleh rekan setimnya sendiri, Antoine Semenyo.
Inggris menyimpan peluang terbaik mereka pada menit ke-87. Sebuah kerja sama tim yang apik diakhiri dengan umpan silang Reece James menuju Nico O’Reilly, namun sundulannya di tiang jauh hanya membentur mistar gawang. Bola muntah kemudian jatuh ke kaki Kane, tetapi sepakannya malah melambung tinggi ke langit Boston.
Hasil imbang ini memastikan Inggris dan Ghana tetap berada di posisi dua teratas menjelang matchday terakhir Grup L. Tambahan satu poin lagi pada laga pemungkas masing-masing melawan Panama dan Kroasia akan mengamankan tiket kedua tim menuju babak 32 besar.






