Kampiunnews|Jakarta – Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya perempuan, terus diperkuat melalui kolaborasi Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRIS), Rotary Club International, Perempuan Indonesia Maju (PIM), Poltekkes Kemenkes Kupang, serta Pemerintah Kota Kupang dan Dinas Kesehatan Kota Kupang.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC), tetapi juga mendorong peningkatan literasi kesehatan perempuan, termasuk deteksi dini kanker payudara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan penyakit secara tepat.
Direktur Eksekutif KRIS, Dr. Jusuf Kristianto, MM, MHA, MPH, PhD, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperluas edukasi kesehatan sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC dapat dicegah, diobati, dan disembuhkan apabila ditemukan serta ditangani secara tepat dan tuntas,” ujar Jusuf, yang juga merupakan anggota Dewan Pakar Bidang Kesehatan Perempuan Indonesia Maju (PIM).
Ia menjelaskan, kegiatan akan diawali dengan laporan tindak lanjut program literasi TBC yang telah dilaksanakan di Kota Kupang, dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian TBC di Kota Kupang melalui kerja sama Poltekkes Kemenkes Kupang dengan The Global Fund.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penderita TBC, kegiatan tersebut juga mencakup penyerahan simbolis suplemen Hepachol kepada Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, yang juga menjabat Ketua PIM NTT. Bantuan itu selanjutnya diperuntukkan bagi penderita TBC di wilayah Kota Kupang.
Jusuf menegaskan, penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas relawan, dunia usaha, keluarga, hingga masyarakat luas.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan pemberantasan TBC tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, komunitas relawan, dunia usaha, keluarga, dan seluruh masyarakat perlu bergerak bersama,” katanya.
Serena Francis Dorong Kesehatan Perempuan dan Deteksi Dini Kanker Payudara
Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Ketua PIM NTT, Serena Cosgrova Francis, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama perempuan dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.
Serena menilai, peningkatan literasi kesehatan perempuan perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui edukasi pencegahan TBC maupun pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi risiko kanker payudara sejak dini.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap kesadaran dan pemahaman perempuan di Kota Kupang, khususnya ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, semakin meningkat. Kesehatan perempuan harus menjadi perhatian bersama karena perempuan yang sehat turut mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan masyarakat yang sejahtera,” ujar Serena.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga medis, perguruan tinggi, dan komunitas sosial perlu diperkuat agar edukasi kesehatan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Sebagai Ketua PIM NTT, Serena juga mendorong organisasi perempuan untuk mengambil peran aktif dalam menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar, memperluas akses edukasi, serta mengajak perempuan lebih peduli terhadap deteksi dini penyakit.
Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi tersebut, kegiatan skrining kesehatan dan edukasi deteksi dini kanker payudara bagi ASN dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, di RSUD S.K. Lerik Kupang.
Rangkaian kegiatan mencakup penyerahan bantuan kepada RSUD S.K. Lerik yang akan diterima Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker payudara.
Kegiatan ini melibatkan KRIS, Rotary Club, Perempuan Indonesia Maju (PIM), Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti), Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) dan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), bersama unsur pemerintah daerah serta tenaga kesehatan.
Melalui kegiatan tersebut, para penyelenggara berharap masyarakat, terutama perempuan, semakin memahami pentingnya mengenali faktor risiko, melakukan pemeriksaan kesehatan, serta berkonsultasi dengan tenaga medis apabila menemukan gejala yang mencurigakan.
Kolaborasi penanggulangan TBC dan pencegahan kanker payudara ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelayanan promotif dan preventif di Kota Kupang. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi berbagai organisasi, upaya membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Bersama Berantas TBC, Keluarga Sehat, Masyarakat Sejahtera.”







