Kampiunnews | Alor – Kabupaten Alor, dengan kekayaan alam dan lautnya yang memukau, menyambut sebuah momen bersejarah pada Kamis, 3 Oktober 2024, ketika Presiden Joko Widodo menginjakkan kaki di wilayah timur Indonesia ini. Kunjungan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi ajang unjuk rasa cinta dan dukungan rakyat terhadap pemimpin yang telah mereka ikuti selama dua periode kepemimpinan. Jalanan dipenuhi oleh penduduk yang antusias, yang selama ini hanya bisa melihat sosok presiden melalui layar media, namun kini bisa menyaksikannya secara langsung, membawa harapan dan kebanggaan tersendiri bagi mereka.
Presiden Jokowi dalam keterangannya kepada awak media mengungkapkan rasa kagumnya terhadap potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Alor. Menurut Presiden, Alor memiliki kekayaan dan keindahan laut yang harus dikelola dengan baik agar dapat menjadi tujuan wisata.
“Ini adalah kabupaten dan pulau yang sangat indah, kekayaan lautnya luar biasa. Saya kira, jika Pak Bupati dan Pak Gubernur bisa menyiapkan sebuah master plan, menyiapkan desain agar di Alor ini bisa dilirik oleh para wisatawan yang sebanyak-banyaknya, seperti Bali, seperti Labuan Bajo. Saya kira disini memiliki kekuatan itu, memiliki peluang itu, memiliki potensi itu,” ujar Presiden.
Kedatangan Presiden Jokowi ke Alor tidak hanya membawa kebanggaan bagi pemerintah daerah, namun juga meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat, termasuk anak-anak sekolah yang rela turun ke jalan untuk melihat langsung Presiden Jokowi.
Alexa, siswa SMP Negeri 4 Kalabahi, menceritakan bagaimana antusiasme dirinya dan teman-temannya saat mengetahui Presiden Jokowi akan mengunjungi Alor. Ia juga berharap Presiden bisa kembali berkunjung suatu hari nanti.
“Kami sedang sekolah, tapi kami turun ke jalan untuk lihat. Ini pertama kali saya lihat langsung, orangnya ramah, dan ganteng ternyata. Pak Jokowi, tetap semangat, jangan lupa datang ke Alor lagi,” kata Alexa.
Tak hanya anak-anak, warga dewasa seperti Cherlince juga merasakan kebanggaan yang mendalam. Ia mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Presiden Jokowi selama 10 tahun terakhir.
“Luar biasa suka cita, kami berterima kasih kepada Pak Jokowi atas masa pelayanan selama 10 tahun. Kami merasa bangga baru pertama kali Presiden Jokowi menginjakkan kaki di Tanah Air kami Kabupaten Alor tercinta,” ujarnya.
Kunjungan Presiden juga membawa kebahagiaan bagi Damaris, warga Kalabahi. Menurut Damaris, kunjungan singkat Presiden Jokowi memberikan cukup makna bagi masyarakat.
“Terima kasih atas kunjungan Bapak ke sini, ini dalam waktu yang mungkin singkat tapi kami masyarakat Alor sangat senang karena di masa-masa tugasnya Bapak menyempatkan diri datang ke Alor khususnya Kalabahi,” ucap Damaris.
Sementara itu, Nanda, seorang warga lainnya juga merasakan kegembiraan luar biasa ketika bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Ia turut menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Senang banget, excited ketemu Pak Jokowi. Semangat memasuki masa purna-nya dan terima kasih untuk dua periode ini,” tutur Nanda.
Kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Alor tak hanya mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga membawa harapan baru bagi pengembangan pariwisata Alor yang kaya akan potensi alam dan budaya. Masyarakat Alor berharap bahwa kedatangan Presiden akan membawa dampak positif bagi perkembangan wilayah mereka, menjadikannya lebih dikenal oleh dunia seperti Bali dan Labuan Bajo
Pantau Harga Sembako di Pasar Rakyat LIPA Kalabahi
Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Alor dengan mendatangi Pasar Rakyat LIPA Kalabahi pada Kamis, 3 Oktober 2024. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat, ketika Kepala Negara secara langsung memantau kondisi pasar serta memastikan harga sembako tetap terkendali. Selain itu, Presiden juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para pedagang, mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka terkait kondisi perekonomian. Interaksi ini memperlihatkan kepedulian Presiden terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat, yang menjadi prioritas utama dalam kunjungannya ke wilayah timur Indonesia tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa secara umum harga sembako di Pasar Rakyat LIPA berada pada tingkat yang stabil meskipun ada sedikit perbedaan dibandingkan harga di Pulau Jawa.
“Tadi di pasar saya cek harga, utamanya yang berkaitan dengan sembilan bahan pokok. Harganya baik, meskipun lebih tinggi dari di Jawa karena mungkin ada tambahan biaya transportasi. Namun, saya kira masih pada posisi stabil, wajar,” ujar Presiden.
Beberapa komoditas yang diperiksa Presiden di antaranya adalah bawang putih, bawang merah, dan cabai. Presiden menjelaskan bahwa harga bawang putih di pasar tersebut mencapai Rp55 ribu per kilogram, bawang merah Rp50 ribu, dan cabai Rp50 ribu. “Saya kira ini masih baik,” tambahnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Presiden untuk memastikan bahwa harga sembako tetap terjangkau oleh masyarakat di seluruh pelosok Indonesia, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat distribusi seperti Kalabahi, Kabupaten Alor. Selain memantau harga, Presiden juga menyempatkan diri berbincang dengan para pedagang terkait kondisi usaha mereka serta kendala yang dihadapi, terutama terkait logistik dan transportasi.
Tidak hanya para pedagang, masyarakat turut antusias menyambut kehadiran Presiden di pasar. Mereka berharap agar pemerintah terus memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
“Senang sekali, dari 2 periode hanya 1 kali datang tapi merasa bangga sekali karena infrastrukturnya sangat merata di seluruh Indonesia. Pak Jokowi sehat selalu, panjang umur,” tutur Ismail salah seorang warga yang ada di pasar.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kali ini adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Pj Gubernur NTT Andriko Noto Susanto, dan Pj Bupati Alor Zet Sony Libing.






