Kampiunnews | Malang – Suasana siang itu cukup cerah. Keelokan alam di sepanjang jalan menuju Desa Umbulrejo sangat memikat. Jalanan pun cukup menantang karena tanjakan, turunan dan belokan yang tajam. Sehingga pengendara harus lebih fokus dan berhati-hati.
Jarak tempuh perjalanan dari kota Malang ke lokasi Wisata Alam Religi Umbulrejo, kurang lebih 25 km, membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Destinasi wisata yang berada di Desa Ubalan, Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang tersebut, tidak hanya menarik masyarakat sekitar tetapi juga dari berbagai daerah lain, seperti Kediri, Ponorogo, bahkan luar pulau seperti Kalimantan.
Sumber air yang terletak di kaki Gunung Kawi ini, dikelilingi oleh pohon-pohon besar, yang tentunya menjadi penahan laju air, mencegah erosi dan meningkatkan cadangan air tanah.
Pepohonan rindang yang sudah berusia puluhan bahkan mungkin ratusan tahun itu, menjadikan area umbul sejuk dan asri. Sebagai bentuk syukur kepada semesta, sesajian berupa makanan diletakkan di bawah pohon tersebut. Meski terkesan mistis, bagi yang memiliki kepekaan lebih atau sensitif.
Setiap hari, terlebih pada hari besar atau libur pengunjung berdatangan silih berganti. Ada yang sekedar rekreasi atau berenang. Dan ada yang memiliki tujuan atau hajat tertentu melalui ritual doa dan mandi air umbul, khususnya pada malam Jumat legi dan malam 1 Suro, yang dianggap lebih sakral.
Persekutuan dengan alam dan berada di ruang hening diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk mengabulkan keinginan.
Menurut Pani, salah seorang pengurus, sumber air (umbul) ini sudah ada sejak jaman nenek moyang. Merupakan petilasan Raden Sapu Jagad, yang dipercaya oleh sebagian masyarakat dapat melunturkan guna-guna.
“Dulu kalau ada orang sakit kena guna-guna, akan luntur dengan mandi di sini.” katanya
Sampai saat ini, beberapa pengunjung masih menggunakan air sumber untuk mandi dan minum, dengan keyakinan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. (Hendrika LW)






