Kampiunnews I Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, mengkritisi pernyataan bakal capres Prabowo Subianto yang menganggap dinasti politik hal yang biasa terjadi di Indonesia. Prabowo mengeluarkan pernyataan itu terkait status Gibran yang merupakan anak Presiden Jokowi, mendapat jalan lempang sebagai bakal cawapres. Menurut Feri, penilaian Prabowo itu tidak adil bagi masyarakat maupun kader partai politik. Feri berpendapat bahwa upaya pemberian karpet merah dari Presiden kepada Gibran dapat merusak demokrasi, baik untuk negara maupun internal partai politik.
1. Presiden Jokowi melantik Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang mengundurkan diri karena terjerat kasus korupsi. Amran pernah menjabat posisi serupa di era kepemimpinan Jokowi bersama Jusuf Kalla pada 2014-2019.
2. Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, menyatakan Indonesia sedang tidak baik-baik saja di berbagai sektor, karena ada kekuatan yang terpusat di tangan-tangan tertentu. Pernyataan Arief itu disampaikan dalam acara Konferensi Hukum Nasional di Jakarta Pusat, hari ini. Kekuasan yang berpusat di tangan-tangan tertentu ini lebih buruk dibanding rezim Orde Baru, yang masih ada pembagian kekuasaan berdasarkan teori trias politika, yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif yang dipimpin oleh pihak yang berbeda-beda. Sedangkan saat ini, pihak yang memimpin seolah memiliki banyak kaki di tiga lembaga tersebut. Arief Hidayat adalah salah satu hakim yang menyatakan menolak putusan _(dissenting opinion)_ MK yang membuka jalan bagi putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, ikut berlaga dalam Pilpres 2024.
*HUKUM*
1. Menko Polhukam, Mahfud MD, mengaku sempat pesimis ketika Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) dibentuk, karena beranggapan pembentukan MKMK akan membuat MK bisa diatur. Namun ketika mengetahui yang dilantik adalah teman-teman lamanya di dunia perjuangan demokrasi dan hukum, yakni Jimly Asshiddiqie, Bintan Regen Saragih dan Wahiduddin Adams, Mahfud berubah sikap menjadi optimis. Mahfud yakin ketiga orang tersebut adalah orang yang kredibel dan tidak diragukan. Sebelumnya Ketua MK, Anwar Usman, melantik tiga orang tersebut menjadi MKMK yang akan memeriksa laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim. Salah satu yang dilaporkan adalah Anwar yang dinilai memiliki konflik kepentingan mengabulkan sebagian putusan terkait syarat pencapresan.
2. Menko Polhukam, Mahfud MD, menyebut oknum pelaku korupsi semakin bertambah dalam berbagai sektor. Dia mengatakan perlu regulasi yang tepat untuk menangani masalah tersebut seperti RUU Perampasan Aset dan RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal. Hal itu ia sampaikan saat memberi sambutan virtual di acara Indonesia Integrity Forum 2023, hari ini. Mahfud menyebut, RUU Perampasan Aset memungkinkan pengembalian aset tindak pidana tanpa putusan pengadilan sehingga membuka kesempatan bagi negara untuk merampas aset yang diduga hasil tindak pidana. Mahfud mengatakan, hingga kini pembahasan RUU Perampasan Aset tidak kunjung dimulai, padahal sudah masuk dalam Prolegnas 2023. Mahfud menyebut jika RUU ini berhasil disahkan, maka akan menjadi _legacy_ yang baik bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.
3. Mabes Polri menarik kembali anggotanya yang bertugas sebagai ajudan Ketua KPK Firli Bahuri, Kevin Egananta, ke Bareskrim Polri. Kevin sudah diperiksa Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus pemerasan terhadap eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL), pada Jumat (13/10/2023). Kemarin, Firli telah diperiksa di Bareskrim Polri terkait kasus tersebut. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, mengatakan hasil pemeriksaan akan menjadi bahan konsolidasi tim penyidik untuk menentukan langkah selanjutnya. Ade mengatakan, apabila hasil pemeriksaan belum cukup maka Polda Metro Jaya akan kembali memeriksa Firli. Dalam pemeriksaan, Firli membenarkan bertemu SYL di lapangan bulu tangkis, sekitar bulan Maret 2022.
*EKONOMI*
1. Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto, menilai penunjukan Amran Sulaiman sebagai menteri pertanian, karena Jokowi tak mau berjudi dengan menunjuk orang baru di sektor pertanian yang cukup berat tantangannya. Namun, Eko melihat kinerja Amran sebagai Mentan belum impresif. Laju pertumbuhan PDB sektor pertanian selama periode Amran di level 3,5-4% dinilai belum memuaskan. Sementara itu Direktur Celios, Bhima Yudhistira, menyayangkan penunjukan Amran, karena banyak masalah selama Amran menjadi Mentan di periode sebelumnya. Impor beras 2,2 juta ton pada 2018, melonjak dari 305 ribu ton pada 2017. Lonjakan tajam menjelang Pemilu 2019 menimbulkan kecurigaan terkait rente di sektor pangan menjelang pemilu. Selain itu juga adanya lonjakan impor gula yang mencapai 4,6 juta ton senilai USD 1,7 juta.
2. Menkeu, Sri Mulyani, mengungkapkan risiko ketidakpastian global yang memicu prospek pertumbuhan ekonomi global melemah dan volatilitas pasar keuangan meningkat. Dalam paparan APBN edisi Oktober, Sri Mulyani menyebut 3 sumber ketidakpastian itu. Pertama, kenaikan hasil surat utang AS (US Treasury) 10 tahun yang mengalami lonjakan _yield_ di atas 5%, dipicu kenaikan suku bunga Fed Fund Rate. Kondisi ini patut diwaspadai karena mempengaruhi nilai tukar, inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kedua, perlambatan ekonomi China yang merupakan mitra dagang utama Indonesia. Ketiga, tekanan berat yang melanda Eropa karena inflasi masih tinggi, sementara perang Ukraina dan Rusia belum juga usai. Kondisi geopolitik makin terbebani oleh perang Israel-Hamas yang memicu kenaikan harga minyak sehingga Bank Sentral Eropa cenderung _hawkish_ dalam menentukan kebijakan suku bunganya.
3. Rupiah sempat ditutup menguat Selasa (24/10/2023) di level Rp 15.849 per dolar AS, setelah Presiden memanggil KKSK sehari sebelumnya. Namun hari Rabu ini, rupiah kembali melemah. Hingga tengah hari, rupiah berada di Rp 15.863 per dolar AS. Sejumlah analis melihat, tekanan terhadap rupiah masih akan hadir, khususnya dari AS yang akan merilis data ekonomi besok. Pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal III-2023 diekspektasikan meningkat menjadi 4,3% (qoq) dibandingkan kuartal II yang 2,1%.






