Kampiunnews | Jakarta – Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan data terbaru pendaftaran calon pimpinan (Capim) dan calon dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per hari ini. Pansel mengumumkan 79 orang mendaftar capim dan 64 orang lainnya calon dewas.
Pendaftaran dimulai tanggal 26 Juni s.d. 15 Juli 2024, melalui laman Administrasi Panitia Seleksi Elektronik (APEL) pada alamat laman:
“Hingga hari ini pendaftar untuk calon pimpinan yang sudah register akun sudah 632, kemudian yang sudah mendaftar, men-submit dokumen 79 untuk calon pimpinan dan untuk dewas sebanyak 64. Jadi setiap hari bertambah,” kata Wakil Ketua Pansel Arief Satria usai sosialisasi partisipasi publik terkait seleksi capim dan dewas KPK 2024-2029 di Kota Makassar, Kamis (11/7/2024).
Dari banyaknya pendaftar yang antusias mengikuti seleksi Capim dan Dewas KPK, ada sosok Purnawirawan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dodik Wijanarko, S.H., C.Fr.A. Purnawirawan TNI AD Dodik Wijanarko, dalam kariernya pernah menjabat DANPUSPOM Ke-31 TNI dan Staf Khusus Panglima TNI.
Sosok Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dodik Wijanarko, S.H., C.Fr.A.., dianggap layak dan pantas mengikuti seleksi Capim dan Dewas KPK untuk Periode Tahun 2024-2029. Pria asal Kediri kelahiran 3 Januari 1963 itu menjadi salah satu perbincangan dimasyarakat yang perduli akan kebangkitan KPK.
“KPK itu butuh pucuk pimpinan yang punya prinsip akan amanah, punya keberanian dalam menangkis berbagai ragam rintangan, intimidasi, maupun intervensi dari manapun dalam menjalankan tugas. Dan dibutuhkan sosok yang memiliki keimanan, ketegasan, keberanian, dan pastinya pemahaman terhadap hukum yang ekstra,” ungkap Herman, salah satu warga masyarakat ditemui saat sedang berdiskusi dengan rekan-rekannya disebuah warung makan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/7/24).
“Dan itu kalau menurut saya ada pada sosok mantan DANPUSPOM TNI Ke-31 yaitu Letjend TNI (Purn.) Dodik Wijanarko, S.H., menjadi salah satu calon yang harusnya menurut kami mempertimbangkan diri untuk ikut mendaftar dalam seleksi Capim dan Dewas KPK untuk periode 2024-2029. Tidak banyak terekspose oleh media, tapi mampu menunjukkan kinerja terbaiknya hingga masa pensiunnya,” sambungnya.
Disinggung mengenai alasan menyebutkan sosok tersebut, warga yang menyebut cukup banyak mengikuti perkembangan KPK itu menuturkan mengetahui profile dari Letjend TNI (Purn.) Dodik Wijanarko, S.H., perihal sikap non framing (pencitraan) dan hanya menunjukkan kinerja dan kerja dalam mengemban amanah.
“Kenapa saya termasuk mendorong beliau bisa menjadi Calon Ketua KPK, karena dalam tubuh KPK sepemahaman saya itu harus bisa menjaga interaksi dengan pihak-pihak lain agar terhindar dari kode etik dari KPK itu sendiri ya, dan itulah menurut saya sosok Purn. Dodik Wijanarko orang yang tepat, karena beliau sudah biasa dengan senyap dalam bekerja, dan tidak tertarik akan pencitraan-pencitraan (menurut saya sih ya bang),” tegas Herman menutup tanggapannya.
Munculnya nama Letjend TNI (Purn) Dodik Wijanarko dalam bursa calon ketua KPK versi masyarakat juga mendapat dukungan dari Tokoh PERS Nasional, Wilson Lalengke.
“Memang KPK (saat ini) butuh pemimpin yang tegas dan konsisten akan tugas, dan pastinya bersih (riwayat karier) terhadap bau-bau korupsi pada pribadi calon ketua tersebut. Dan harusnya memang sosok Letjend TNI (Purn) Dodik Wijanarko amat sangat pantas untuk ikuti pendaftaran yang tersisa dua hari lagi kalau saya tidak salah batas pendaftaran Capim dan Dewas KPK,” ungkap Wilson Lalengke, Sabtu (13/7/24).
Dukungan bagi Letjend TNI (Purn) Dodik Wijanarko juga datang dari Kepala Staf Angkatan Laut periode tahun 2028-2009, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhie Purdjiatno, SH. Melalui pesan whatsapp pribadinya, mantan Menkopolhukam tahun 2014 – 2015 itu menyambut baik dukungan dan harapan masyarakat yang mengharapkan unsur TNI bisa dipercaya memimpin lembaga KPK.
“Lanjutkan, terimakasi bila kami para Purnawirawan TNI masih cukup dipercaya oleh masyarakat untuk bisa mencalonkan, mendaftarkan, dan bahkan insyallah bila nanti benar-benar bisa memimpin KPK. Buat saya, sosok Lentjend TNI (Purn) Dodik Wijanarko mumpuni akan hal itu, mumpuni dan sangat matang dalam memposisikan diri menjadi seorang pemimpin amanah dan seharusnya, bilamana beliau terpilih kelak,” ungkap Laksamana TNI (Pur) Tedjo Edhi Purdjiatno.






