Kampiunnews|Jakarta – Presiden Joko Widodo bertemu dengan pimpinan partai politik pendukung pemerintah. Pertemuan berlangsung di Kantor DPP Partai Amanat Nasional, Minggu (2/4). Pertemuan politik yang dibalut dalam buka puasa bersama dalam rangka bulan suci Ramadhan, tampak solid.

Silahturahmi ini merupakan bentuk komitmen mereka dalam mensukseskan pemerintahan Jokowi – Ma’aruf Amin, demikian dikatakan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, yang bertindak sebagai tuan rumah.
“Kami ingin menguatkan kembali komitmen kebangsaan,” ujar Zulkifli dalam sambutannya.
Isu reshuffle jadi agenda dalam pertemuan tersebut. Reshuffle diperlukan untuk mengisi posisi Menteri Pemuda dan Olahraga yang ditinggal Zainudin Amali yang mundur setelah terpilih jadi wakil ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.
Namun dibalik itu topik koalisi lebih menarik dibandingkan isu reshuffle. Adapun, pertemuan itu membuka peluang koalisi besar penggabungan antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
Absennya PDI Perjuangan (PDIP) dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dengan lima ketua umum partai politik pemerintah mendapat perhatian dari Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali.
“Kalau memang terbentuk koalisi besar lima partai ini bergabung kan berarti meninggalkan PDIP. Walaupun memang kita tahu PDIP memenuhi syarat untuk maju sendiri,” ujar Ahmad Ali kepada wartawan, dikutip Senin (3/4/2023).
Dia meyakini koalisi besar meninggalkan PDIP. Sebab jelas sekali tidak hadirnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Silaturahmi Ramadan bersama Jokowi itu.
“PDIP juga enggak hadir kan? Artinya koalisi besar ini meninggalkan PDIP,” kata Ali.
Sementara NasDem tidak diundang karena sudah membangun koalisi perubahan bersama dua partai oposisi, PKS dan Demokrat.
Hadirnya lima tokoh sentral partai pendukung pemerintah, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono dalam pertemuan itu membuka peluang terbentuknya koalisi besar.
Selain lima partai pendukung pemerintah, Gerindra, Golkar, PKN, PAN dan PPP, tidak tampak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengaku telah mengundang kedua tokoh. Tetapi berhalangan hadir.
Dari dialog yang terjadi kemarin, nampaknya Prabowo akan menjadi tokoh sentral, jika koalisi besar ini terbentuk. Mengingat hingga kini dari lima Ketua Umum yang hadir, hanya Prabowo yang telah diusung sebagai calon presiden oleh Gerindra dan PKB.
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut ada kecocokan antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR). Hal itu disampaikan pasca Presiden Joko Widodo bertemu dengan 5 Ketua Umum,
“Tadi sebetulnya sudah disampaikan Pak Presiden kan sudah sangat jelas. Kita tadi banyak membahas ke arahnya komitmen kebangsaan dan bagaimana menjamin kelangsungan pembangunan, jadi itu yang kita bicarakan sebetulnya,” ucap Prabowo.
Dia mengatakan, dalam komunikasi itu nyatanya terjadi kesepakatan bersama. Kelima Ketum Parpol merasa sudah masuk dalam satu tim yang sama.
“Ada. Ternyata ada (kesepakatan). Jadi kita merasa ada frekuensi yang sama ya, ada kecocokan dan kalau dilihat, pimpinan partai kita sudah masuk, Cak Imin ya, kita sudah masuk timnya Pak Jokowi. Ya kan?,” ujar Prabowo.





