Kampiunnews I Teheran – Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk keras serangan mematikan yang terjadi selama upacara peringatan di Iran, yang mengakibatkan lebih dari 103 orang tewas dan melukai lebih dari 170 lainnya.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, seperti dikutip dari Kantor Nerita Irna, Kamis, 4 Januari 2023, melalui juru biacaranya Florencia Soto Nino menyerukan pertanggungjawaban bagi para pelaku serangan tersebut.
Dia juga menegaskan bahwa kekerasan semacam itu tidak dapat diterima dan harus dikecam secara oleh masyarakat internasional.
Sekretaris Jenderal PBB, dalam pernyataannya, juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang kehilangan anggota mereka dalam serangan tersebut. Dia juga berharap agar para korban yang terluka segera pulih dari luka-luka yang diderita.
Dua ledakan yang terjadi di dekat lokasi pemakaman Jenderal Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS, menewaskan setidaknya 103 orang, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita resmi Irna.
Serangan yang terjadi di Kerman, Iran tenggara, merupakan kejadian yang tragis saat orang-orang berkumpul untuk mengenang empat tahun meninggalnya Jenderal Qassem Soleimani. Kehadiran mereka dalam upacara peringatan tersebut menjadi target empuk bagi serangan yang mengakibatkan korban jiwa yang signifikan.
Serangan ini telah menciptakan gelombang duka yang mendalam di Iran, karena menyasar sebuah peristiwa penting dalam sejarah negara tersebut. Keamanan di wilayah tersebut menjadi perhatian utama setelah kejadian tragis ini.
Pemerintah Iran mengecam serangan ini dengan keras dan telah menyatakan bahwa mereka akan melakukan melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengidentifikasi para pelaku serta motif di balik kejadian tragis ini.
Langkah ini menyoroti seriusnya pemerintah Iran dalam menegakkan keamanan dan kestabilan di tengah situasi yang semakin kompleks dan rentan dalam geopolitik kawasan.
Peristiwa tragis ini juga memperlihatkan kembali kerentanan serta kompleksitas situasi geopolitik yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah. Diperlukan upaya serius untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dalam kondisi yang tegang di wilayah tersebut.






