Kampiunnews | Jakarta – Debat kedua Pilkada DKI Jakarta berlangsung pada Minggu, 27 Oktober 2024. Acara diadakan di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Debat calon gubernur Jakarta diikuti tiga pasangan calon, Ridwan Kamil (RK)-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana dan Pramono Anung-Rano Karno.
Debat kedua ini mengusung tema “Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial” dengan enam subtema yakni infrastruktur terintegrasi dan pelayanan dasar prima, pendidikan dan kesehatan, kemudian penanganan ketimpangan sosial, pembangunan ekonomi digital dan UMKM, lalu, pariwisata dan ekonomi kreatif serta inflasi bahan pokok.
Pada sesi tanya jawab, ketiga pasangan calon melontarkan pertanyaan kepada masing-masing lawannya, dengan menyoroti rekam jejak kepemimpinan masa lalu.
Ridwan Kamil mengkritik kinerja Rano Karno saat menjabat sebagai Gubernur Banten, khususnya terkait penurunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten dari 2012 hingga 2017.
Ridwan Kamil menanyakan kepada Rano tentang penyebab menurunnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten saat Rano menjabat Gubernur menggantikan Ratu Atut Chosiyah dari tahun 2015 hingga 2017.
Rano Karno menjelaskan bahwa ia menjabat sebagai pelaksana tugas gubernur setelah Gubernur sebelumnya terjerat kasus korupsi, dan menyebut tantangan dalam koordinasi antara berbagai komando daerah.
Ridwan Kamil menekankan pentingnya pengalaman dalam kepemimpinan dan menyatakan bahwa meskipun ada banyak proyek strategis nasional di Banten, IPM seharusnya meningkat, bukan menurun.
Namun Rano menjelaskan bahwa meskipun ada kemajuan di kawasan Tangerang, beberapa daerah seperti Lebak dan Pandeglang masih tertinggal, namun ada harapan dengan adanya proyek strategis yang sedang berjalan.
Giliran Pramono Anung mempertanyakan konsistensi Ridwan Kamil terkait rencana pembangunan Disneyland, yang sebelumnya pernah diusulkan untuk dibangun di Cikarang, Jawa Barat, pada tahun 2018.
“Sebenarnya Disneyland mau dibangun di mana? Di Cikarang atau di Pulau Seribu?”
Ridwan Kamil menjawab bahwa seorang pemimpin perlu memiliki imajinasi dan berani mengambil keputusan.
“Sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan walaupun dalam perjalanannya kadang berhasil, kadang gagal,” ujar Kang Emil.
Ia juga menekankan bahwa rencana pembangunan Disneyland bisa jadi merupakan bagian dari kesepakatan politik, tetapi mungkin tidak selalu dapat direalisasikan dalam bentuk bisnis yang konkret.
Sementara Pramono Anung menekankan pentingnya fokus pada pengembangan ikon wisata yang sudah ada di Jakarta, seperti Ancol, Monas, dan Taman Margasatwa Ragunan, yang memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan.
Pertanyaan Pramono Anung mengenai rencana Disneyland mencerminkan kekhawatiran tentang konsistensi dan realisasi janji politik. Debat ini menunjukkan perbedaan pendekatan antara kedua calon dalam mengembangkan sektor pariwisata di Jakarta
Debat ini merupakan platform penting bagi para calon untuk mengartikulasikan kebijakan mereka dan berdiskusi mengenai isu-isu mendesak yang dihadapi Jakarta, yang pada akhirnya akan membentuk lanskap pemilihan saat hari pemungutan suara semakin dekat.






