Kampiunnews|Kupang – Upaya memperkuat ketahanan Kota Kupang terhadap dampak perubahan iklim terus didorong melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Catholic Relief Services (CRS) Indonesia melalui program CAPACities – Kemitraan Aksi Iklim di Kota-Kota Asia mendukung kegiatan “Penguatan Kapasitas dan Mekanisme Koordinasi Kelompok Kerja Teknis Perubahan Iklim Tingkat Kota” yang berlangsung di Hotel NEO Kupang.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat peran dan mekanisme koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang, sehingga berbagai upaya adaptasi perubahan iklim dapat dijalankan secara lebih terpadu, terukur, dan berbasis data.
Perubahan iklim memiliki dampak yang saling berkaitan terhadap berbagai sektor pembangunan, mulai dari lingkungan hidup, pengurangan risiko bencana, perlindungan sosial, pendidikan, perikanan, infrastruktur hingga perencanaan pembangunan daerah. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan dan koordinasi aktif antarperangkat daerah agar respons terhadap risiko iklim tidak berjalan secara parsial.
Melalui kegiatan ini, anggota Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang didorong untuk meninjau kembali prioritas dalam Rencana Aksi Daerah Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Kota Kupang. Selain itu, masing-masing pihak diharapkan dapat memperjelas tugas dan kewenangannya serta menyepakati langkah tindak lanjut yang dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fongi, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi agar agenda adaptasi perubahan iklim tidak berhenti pada dokumen perencanaan.
“Penguatan koordinasi menjadi penting agar upaya adaptasi perubahan iklim tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dilaksanakan bersama oleh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya,” ujar Imelda.
Dengan mekanisme koordinasi yang semakin kuat, Pokja Perubahan Iklim diharapkan tidak hanya menjadi ruang komunikasi dan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menghasilkan prioritas bersama, mendorong pelaksanaan aksi nyata, melakukan pemantauan, serta memastikan adanya tindak lanjut terhadap berbagai program adaptasi perubahan iklim.
Kegiatan ini menargetkan teridentifikasinya sejumlah prioritas tindak lanjut Rencana Aksi Daerah Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di tingkat Kota Kupang. Selain itu, diharapkan dapat didorong implementasi satu hingga dua aksi prioritas yang melibatkan perangkat daerah terkait secara terkoordinasi.
Perkembangan pelaksanaan aksi tersebut selanjutnya akan didokumentasikan dan ditinjau melalui mekanisme Pokja Perubahan Iklim sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan.
Penguatan Pokja ini juga menjadi bagian dari dukungan program CAPACities dalam memperkuat tata kelola perubahan iklim yang inklusif. Program tersebut sekaligus mendorong peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan agar mampu merespons berbagai risiko iklim secara lebih efektif.
Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, Kota Kupang diharapkan mampu membangun perencanaan dan aksi adaptasi perubahan iklim yang lebih terintegrasi, responsif, dan berkelanjutan, sehingga ketangguhan kota dalam menghadapi dampak perubahan iklim dapat terus ditingkatkan.







