Kupang – Polda NTT bersama Korem 161 Wira Sakti Kupang membentuk tim investigasi untuk bersama-sama mengusut dan memroses kasus perkelahian hingga pengrusakan fasilitas milik Polri di Kupang, Rabu (19/4) malam.
Hal tersebut disampaikan Kapolda NTT Irjen Johni Asadoma bersama Kepala Staf Korem 161 Wira Sakti Kolonel Simon Petrus Kamlasi dalam jumpa pers di Polda NTT, Kamis (20/4).
Jumpa pers digelar setelah Irjen Johni Asadoma bersama Kolonel Simon Petrus Kamlasi menggelar rapat bersama pejabat utama polda, Kapolresta Kota Kupang, Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto dan Pejabat Utama (PJU) Polda.
Dari pihak TNI, hadir antara lain Kasiterm 161/WS Kolonel Kav Djefri Marsono Hanok, Dandim 1604/Kapang Letkol Inf. Wiwid Jalu Wibowo, Kasibinpers Lanud El Tari Letkol Adm Adam Toaha, Asrena Lantamal VII/Kupang Kolonel P. Ahmad Afandi, Komandan Brigif 21/Kmd Kolonel Inf Samsul Huda, dan Danyon 743/PSY Letkol Inf. Amdri Karsa.
Menurut Irjen Johni Asadoma, perkelahian terjadi saat pertandingan final futsal di Gedung Olahraga Flobamor Kupang. Dalam pertandingan itu terjadi kesalahpahaman yakni salah satu anggota terjatuh dari tribun ke lapangan futsal.
Selanjutnya, anggota tersebut dikeluarkan oleh anggota polisi militer yang bertugas menjaga keamanan pada pertandingan tersebut. Akibat kesalahpahaman itu, kemudian terjadi bentrokan yang mengakibatkan pertandingan dihentikan.
Menurutnya, pertandingan futsal bukan antara Polri dan TNI, tetapi antara Tim Futsal Polda NTT melawan tim Futsal P dan K Kabupaten Timor Tengah Selatan. “Video perkelahian menyebar keluar sehingga mungkin teman-teman TNI yang lain yang tidak tahu permasalahan sebenarnya, kemudian datang,” ujarnya
Akibat kejadian itu, Polda NTT mencatat 4 anggota polisi menderita luka berat dan ringan, satu mobil patroli dan tiga sepeda motor dibakar, satu mobil dirusak, serta tiga pos pengamanan Idul Ftri dirusak.
Irjen Johni Asadoma mengatakan, untuk pelaku pengrusakan fasilitas Polri, saat ini belum diketahui. “Masih kesulitan identifikasi karena memakai helem,” ujarnya.
Para pelaku pengrusakan tersebut diduga termasuk dalam bagian sejumlah orang yang mengendari sepeda motor berputar-putar di ruas jalan di depan rumah dinas Kapolda NTT. Piket di rumah dinas kapolda sempat mengeluarkan tembakan untuk menghalau para pengendara sepeda motor tersebut agar tidak menyerang atau masuk ke dalam rumah dinas.
Sementara itu, untuk pos-pos pengamanan idul fitri yang dirusak, akan dibangun kembali oleh TNI dan Polri, menggelar patroli gabungan bersama untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan idul fitri. “Kita himbau kepada seluruh anggota tidak melakukan tindakan provokatif dan tidak terpancing hasutan yang melakukan tindakan anarkis,” ujarnya.
Sementara itu, Kolonel Simon Petrus Kamlasi mengatakan, anggotanya yang bersalah dalam kasus ini akan diberikan tindakan agar mendapatkan efek jera. “Tentu prosesnya panjang karena bukti-bukti tidak cukup hanya dari video-video yang beredar, masih belum jelas. Komitmen kita saat ini adalah komitmen bersama mengembalikan keadaan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Menurutnya, komitmen bersama TNI dan Polri saat ini adalah mengembalikan keadaan agar tidak tejadi keributan lanjutan. (*)






