Kampiunnews|Jakarta – Pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak keluarga prasejahtera, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Sekretaris Jenderal Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Benyamin Patondok, menyampaikan hal tersebut setelah mengunjungi pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi di Tana Toraja. Menurutnya, manfaat pembangunan harus dirasakan langsung oleh warga, baik melalui kesempatan pendidikan yang lebih baik maupun aktivitas ekonomi selama proyek berlangsung.
“Pembangunan Sekolah Rakyat harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Anak-anak dari keluarga prasejahtera perlu memperoleh akses pendidikan yang layak, sementara warga sekitar juga harus mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam pembangunan dan merasakan dampak ekonominya,” ujar Benyamin.
Ia menilai, pelibatan tenaga kerja lokal, pelaku usaha kecil, penyedia bahan kebutuhan proyek, jasa transportasi, dan usaha makanan dapat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, peluang bagi warga dan UMKM setempat perlu dibuka secara transparan sesuai kebutuhan proyek dan ketentuan yang berlaku.
Benyamin juga menekankan bahwa manfaat jangka panjang Sekolah Rakyat harus terlihat dari meningkatnya kesempatan anak-anak untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan keterampilan, dan memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Dengan demikian, pendidikan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum tengah memperluas pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi yang tersebar di 32 provinsi. Program ini ditargetkan mampu menampung hingga 122.000 siswa serta menyerap sekitar 97.000 tenaga kerja lokal selama proses pembangunan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui fasilitas pendidikan yang layak dan modern.
“Yang kita bangun bukan sekadar gedung sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa melalui akses pendidikan yang layak dan modern. Karena itu kualitas infrastruktur tetap menjadi prioritas utama,” ujar Dody, seperti dikutip dari laman Kementerian PU, Selasa (27/10/2026).
Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi ruang belajar, laboratorium, asrama siswa, hunian guru, dan fasilitas pendukung lainnya. Ketersediaan fasilitas tersebut diharapkan mendukung proses belajar sekaligus memberikan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Benyamin, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), berharap pemerintah memastikan pembangunan di Tana Toraja berjalan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat. Ia menilai, koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal penting agar peluang ekonomi yang muncul dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Jangan sampai manfaat pembangunan hanya terlihat pada berdirinya gedung. Warga harus memiliki kesempatan untuk bekerja, usaha kecil memperoleh peluang, dan anak-anak mendapatkan pendidikan berkualitas. Jika semuanya berjalan beriringan, Sekolah Rakyat dapat menjadi investasi sosial yang manfaatnya dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegas Benyamin Patondok yang akrab disapa Bento..
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat di Tana Toraja diharapkan menjadi penggerak peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan fisik, tetapi juga oleh manfaat berkelanjutan bagi keluarga, pelaku usaha lokal, dan generasi muda di daerah tersebut.







